Terus diam dan bersedih atau melawan lalu berbahagia.
Bukan kesalahanmu tapi kesalahan orangtua mu yang tak sengaja berdampak padamu.
Aku mendapatkan kalimat itu dari seorang psikiater pada saat sesi konseling online yang kudaftar beberapa waktu lalu dari sosial media.
Entah mengapa masa itu adalah masa terberat bagiku dimana saat itu aku merasa pada masa aku tumbuh aku baru menyadari bahwa tidak ada dukungan "nyata" Dalam hidupku.
Aku memeninggalkan kebiasaanku sebagai remaja pada umumnya anggap saja seperti belajar, mengobrol dengan teman bahkan aku merasa orang disekelilingku membenciku.
Sampailah dimana aku merasa.. aku tidak bisa seperti ini yang terus tenggelam pada kesedihan dan kegagalan yang bahkan bukan kesalahanku.
Aku terus mencari alasan atas kesedihanku dan berusaha keluar dari sana, aku memberontak dan memberanikan diri menanyakan pada diriku sendiri apa yang sebenarnya terjadi? Dan kesalahan apa yang bisa kutebus untuk mengobati rasa bersalah ini?.
Hingga aku merasa aku butuh bantuan dan aku tidak sengaja menemukan salah satu friend list sosial media ku membagikan konseling gratis secara online yang memang ada untuk membantu orang menangani masalah hidupnya. Aku merasa membutuhkan itu dan segera mendaftarkan diri, tak lama hanya seminggu setelah aku mengisi form secara online tiba lah jadwal sesi konseling ku berlangsung, aku menceritakan apa yang kuresahkan pada waktu itu dan berkat bantuan psikiater alhamdulillah setelah itu aku merasa sedikit berkurang keresahanku.
Ikhlas...
Setelah memutuskan untuk berubah ke diri yang lebih baik, sekarang aku belajar menjadi orang yang ikhlas.. Tak kusangka setelah aku menerapkan rasa ikhlas dalam apapun yang kulakukan, Tuhan memberikan banyak sekali nikmat kepadaku. Teman yang baik, guru yang pengertian, kehidupan yang sedikit tenang itulah contoh secuil kenikmatan yang Dia berikan kepadaku.
Tuhan ijinkan aku menjadi orang yang lebih baik dan ikhlas agar aku lebih bisa merasakan lebih banyak kenikmatan yang kau berikan..
Aku ikhlas, aku tau kau tak mungkin memberikan ujian yang aku tak mungkin bisa melaluinya.. Sekarang aku sedikit tenang, aku bersyukur kembali menjadi remaja pada umumnya dan aku akan berusaha melakukan apa yang seharusnya kulakukan.
Surabaya, 22 oktober 2021
Praphy Zhufi Illiyinnajmi
Pesan moral : Terus diam tidak akan mengubah apapun, kau harus berani melawan dan berubah untuk kebaikan dirimu sendiri.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
True story'
You right
Salam kenal kak
Salam kenal juga kak
Salam kenal juga kak
Kalau boleh tahu, umur kakak berapa ya?
15 tahun, kamu?
Hehe.. Baru 12 tahun
Hai Liyin...
Hai, siapa ya? Tante dian kah? :b