Hadiah Ulang Tahunku.
Seperti biasa aku masuk sekolah dan mengikuti setiap pelajaran yang ada. Hari ini terasa sangat panas dan sedikit menyiksa.. Yah bagaimana tidak, tempat dudukku berada tepat dibawah kipas angin kelas, pantas saja aku tidak mendapat kesejukan.
Seperti hari" Biasanya saat aku bersekolah, jam pergantian mata pelajaran adalah hal yang paling kutunggu". Setiap bel berbunyi menunjukkan bahwa waktu untuk pulang semakin dekat. Tak terasa istirahat kedua sudah tiba, aku pergi untuk melakukan ibadah dan membeli es dikantin. Setelah itu aku menunggu bel masuk kembali berbunyi dengan menikmat es serta bergurau dengan teman"ku dikelas.
Jam menunjukkan 12.25 tanda bahwa 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi, aku memasang kedua kaos kakiku yang masih belum kukenakan semenjak beribadah tadi dan menata mejaku agar lebih rapi.
Tepat pukul 12.30 bel berbunyi, kami bersiap menunggu guru jam pelajaran ke 7 memasuki kelas. Sambil menunggu kami masih bersenda gurau dan menghabiskan beberapa jajan yang belum habis.
Tidak lama temanku berteriak bahwa guruku akan memasuki kelas, kami semua bersiap dan begegas mengumpulkan semua handphone dimeja guru, karena jam ke 7 adalah mata pelajaran Biologi dan kami sepakat saat mata pelajaran ini dimulai kami harus mengumpulkan semua HP supaya semua bisa fokus pada pelajaran.
Kami duduk dengan tenang selagi guruku memulai mengabsen satu persatu, dan aku mengeluarkan beberapa buku biologiku dimeja. Setelah diabsen, guruku sedikit menegur beberapa temanku yang mendapatkan nilai dibawah rata", ah aku lupa.. Minggu lalu kami melakukan ulangan harian. Aku dengan santainya tidak berekspetasi lebih karena aku merasa aku tidak terlalu pandai, masih banyak temanku yang lebih bisa.
Satu persatu guruku menyebutkan nilai" Yang kami dapatkan, dan ternyata hanya ada 4 orang yang mendapatkan nilai diatas rata, kalau kalian bertanya apakah itu aku? sudah jelas pasti aku bukan 4 orang itu *batinku*. Namun ternyata kenyataan berkata lain, salah satu dari 4 orang itu adalah aku, ya.. Aku tidak salah mendengar 2 kali beliau menyebut namaku dan memang itu adalah aku. Apakah kalian pikir aku senang dengan hal itu?, tentu saja iya tapi aku bukan orang yang bisa merasakan senang berlebihan karena aku sudah terbiasa tidak menerima respon apa" Saat aku mendapatkan sebuah prestasi atau nilai bagus.
Kalau kalian tau, aku hanya hidup berdua dengan ayahku. Ibuku tidak tinggal denganku, dan ibuku juga membawa adikku bersamanya sekarang. Jadi aku sering sendirian dirumah tanpa siapa" Karena ayahku sibuk bekerja. Aku sudah biasa melakukan sesuatu tanpa respon apapun dari siapapun, apa yang aku terima tidak bisa kusesali atau kubanggakan. Aku sudah kehilangan beberapa minat dan bakatku karena hal itu, aku tidak bersemangat karena aku tau entah baik atau buruk, bangga atau tidak, tidak ada yang peduli akan hal itu.
Seminggu setelah ulangan berlalu, hari ini tanggal 24 februari guruku membagikan kertas ulangan kami dengan nilai beragam disudut kanan atas. Beliau meminta kami menandatangankan kertas itu ke orangtua dan mengembalikannya kembali, sontak teman" Ku berteriak histeris karena takut akan respon orangtuanya, kebanyakan sih mereka takut dimarahi. Aku hanya bisa tersenyum dan melipat kertas ulanganku.
Remidi akan dilakukan hari itu juga, kami yang tidak ikut remedial diberi kebebasan bermain HP di perpustakaan. Sambil menunggu teman" Ku remedial kami pergi ke perpusatakaan dan bercerita satu sama lain.
Sebenarnya pikiranku masih menolak entah kenapa aku bisa tidak remedial, padahal jawabanku tidak jauh dari teman sebangku ku dan aku tidak sepintar itu hanya saja aku mampu dan mau belajar malam sebelum ujian. Tapi ah sudahlah, mungkin ini hanya keberuntunganku saja. Hari ini aku pulang lebih cepat karena hari jumat, aku bergegas mengambil sepeda motorku dan pulang agar aku bisa tidur siang dengan tenang.
Setelah mandi sore aku kembali membuka tasku dan melihat kertas ulanganku, jujur aku sedikit merasa sedih tapi aku tidak bisa mengungkapkannya ke siapapun, aku ingin dipuji atas nilaiku tapi kepada siapa aku akan memintanya? Rumah ini sungguh terasa sunyi, aku hanya bisa mendengar suara kipas rusak setiap hari karena hanya itulah yang menemaniku dirumah yang sunyi dan sempit ini.
Aku membaca kembali setiap soal dan jawaban yang kutulis, saat aku membaca nama, tanggal, dan mata pelajaran aku baru sadar bahwa ujian ini dilaksanakan tepat saat hari ulang tahunku. Benar 17 februari adalah hari ulang tahunku ke 17!!!. Seketika hatiku sedikit riang setelah membacanya, apakah ini kado ulang tahunku? Karena aku tidak mendapat banyak ucapan & hadiah pada tahun ini. Aku murung karena aku merasa tidak ada bedanya aku ulang tahun setiap tahun, sama saja tidak ada yang berbeda.
Rasa syukur terasa didalam hatiku, mungkin ini hanya sekedar ulangan harian biasa.. Namun perasan bangga itu tidak bisa aku pungkiri, aku sangat senang. Mungkin Tuhan sering melihatku murung, sehingga memberiku sedikit hadiah dihari ulang tahunku.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar