Robohnya jiwa mustopa
Pagi cerah hari ke sekian yang ia jalani di perusahaan besar di kotannya, mustopa pergi ke kantor bersama teman temannya, berbagai ia lakukan demi teman, pulang dari pekerjaan ia harus mengeksekusi salah satu minimarket di dekat perkantoranya. dua dari teman mustopa berjaga untuk tidak ketahuan oleh siapa siapa, dua eksekusi dan salah satunya mutopa, di lapisi tergos yang sudah di sediakan, ia berjalan memasuki minimareket seraya berteriak “jangan bergerak!, angkat semua tangan kalian” mustopa mengarahkan pistol yang sudah ia bawa dari temannya. Menghampiri kasir yang sudah ketakutan “berikan semua harta atau kalian akan mati!”.dengan langkah menghampiri kasir, Tak punya waktu lama sang kasir pun memberikan semua uangnya demi keselamatan nyawa. Setelah pemberontakan dan mendapatklan uang dari sang kasir, mustopa dan teman temannya berlari lari layaknya di kejar anjing, karena mereka takut ketauan oleh warga.
Selepas bekerja dilorong jalan, mereka berpesta memakai semua uang yang telah dirampok nya, tidak hanya orang orang telah merampok tadi, kini mereka lebih banyak, mereka mengundang teman teman yang lain untuk mengikuti pesta.
Jalan yang mereka duduki adalah jalan pintas dari desa mustopa ke desa sebelahnya jadi tidak banyak orang yang berjalan ke tempat itu.
Kini tiba jam menunjukan setengah sembilan malam, pesta yang mereka tidak terlalu lama dari jam itu, diiringi bermain kartu sampai mabuk mabukan, bermain kartu mulai dari gaple sampai dengan remi dan mengoplos suatu minuman yang dapat membuat mereka mabuk. Tidak mau rugi mustopa adalah orang yang paling menyukai minuman tersebut sehingga ia sudah sangat tidak sadarkan diri.
Dua orang perempuan berjalan melewati lorong jalan yang sedang di penuhi orang orang brutal, dengan melangkah ragu dan takut, “permisi” dengan langkah membungkuk condong ke depan dengan melambaikan tangan ke bawah tanda memberikan sopan kepada semua orang yang ada di lorong, tak ada respons. Salah satu dari mereka ada yang berbisik kepada mutopa untuk segera mengikuti langkah perempuan itu, dengan langkah perlahan mutopa berhasil membekuk salah satu dari dua orang perempuan, dengan tidak sadar diri bekukan mustopa membuat perempuan terseret, mencoba brontak dari dekapan mustopa apa boleh buat tenaga mustopa terlalu kuat bagi perempuan itu. “tolong! Tolong” teriakan perempuan yang tidak tertangkap oleh mustopa, mencoba mencari bantuan kepada orang sekitar. Namun sia sia, semua orang di lorong tertawa terbahak bahak, karena di wilayah tersebut jauh dari kerumunan orang orang dan jauh dari rumah warga. Tak berpikir panjang perempuan itu langsung berlari mencari penyelamatan diri, menuju desa mustopa.
Mengetahui hal tersebut, mereka semua berpencar, yang jelas tidak ada yang berlari ke arah desa mustopa, mustopa berlari sambil mengendong perempuan yang telah lemas tak berdaya, dengan lari tidak sadarkan diri sehingga sampai lah di sebuah rumah yang sudah lama tidak berpenghuni didekat lorong. Sesampainya di sana, hanya mustopa dan perempuan yang telah di bekuknya. Karena mabuk yang berlebihan membuat nafsu mustopa bereaksi. Tidak membuang waktu lama mustopa membuka pakaian perempuan, ia melakukan hal yang senonoh dengan memperkosa perempuan itu. Sesampainya mustopa sadar melihat perempuan yang telah di perkosanya, ia mengambil pecahan kaca di dekatnya dengan hati was was ia menusuk perut perempuan yang telah di perkosa. Lalu ia menyeret jasad dan menaruh perempuan itu di bak kamar mandi dengan di tutupi baju.
Perempuan yang tadi memanggil bala bantuan kini sudah ada di lorong, semua warga mencari keberadaan perempuan yang di bekuk mustopa, dengan pencarian bersama sama, tidak sedikit warga yang menggeledah rumah itu. semua warga yang mecari berpencar.
Ruangan demi ruangan di telusuri oleh warga tersebut, langkah nya berhenti ketika mendengar suara di kamar mandi, dengan langkah perlahan warga memergok mustopa yang sedang membereskan jasad perempuan yang telah ia bunuh.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
ngelihat covernya takut duluan >< Kakak suka horror ya?
Iya bener aku juga
ya begitulah