Setelah Ummi Tiada (BAB 3) Novel -SIAPA ITU!?-
Siapa Itu!?
Sudah 1 bulan, aku tidak berkunjung ke rumah bibi. Aku masih tetap berkeinginan untuk menghafal Al-Qur'an dan masuk pesantren. Aku juga membeli buku-buku tentang Fiqih, akhlak, hadist dan buku-buku tentang muslim lainnya.
***
Senin ini, aku puasa sunnah. Saat aku sedang berjalan-jalan, dan mencari bahan makanan untuk aku masak, aku bertemu dengan Kliara.
"Kliara?!" Aku memeluk nya.
"Salma?!!"
Kami berpelukan, seraya menangis tersedu-sedu. Melepas rindu, yang amat-amat berat.
"Akhirnya, kita bertemu juga," air mataku mulai mereda.
"Alhamdulillah.. Kok, kamu bisa disini? Kan jauh banget dari rumah bibi mu?" Ia penasaran. "E-eh. Kamu sudah hafal berapa juz?" Aku mengalihkan pembicaraan. "Alhamdulillah, sudah 5 juz" jawabnya. "Masya Allah".
"Kamu di pesantren mana?" tanyaku. "Di pesantren Tahfidz Ihsan,"
"Eh, pesantren kamu di daerah mana?” tanyaku.
“Di daerah kebon sawah----” ia menjelaskan dengan lengkap.
“Kalau begitu, aku mau ke mobilku dulu ya!” sambungnya.
“Eh, Iyaa… See you next time ya!” Seruku, sembari melambaikan tangan.
“Tentu!” ia sangat cepat menghilang. Aku merasa senang, aku sekarang tahu, dimana Kliara Pesantren.
Aku melamun, sembari menghitung, apakah aku bisa masuk pesantren itu, memakai uang hasil jerih payahku? Sampai tiba-tiba Adzan berkumandang.
"Ya Allah, aku lupa beli makanan buat dimasak lagi, beli makanan jadi aja deh!" aku berlari dengan tergesa-gesa.
Karena, sudah iqomat. Dan aku masih mencari makanan jadi, aku langsung bergegas ke musholla. Namun, sudah 3 Musholla yang penuh, akupun mencari Musholla lain, sampai akhirnya aku menemukan Musholla yang lumayan jauh. Aku sholat disana, ternyata disana mengadakan pengajian. Tetapi, perutku berbunyi lapar, aku pun terpaksa meninggalkan mushollah. Aku melewati tempat yang gelap, sunyi dan tidak ada penjual makanan. Aku pun berlari, karena aku takut gelap! "Syiaaat" seseorang datang dari arah semak-semak.
Dengan raut wajah ketakutan, tubuh menggigil aku secepat mungkin berlari. "Tok,tik,tok,tik,tok!" aku tak tahu siapa itu, aku menutup mata. Namun sudah terlambat! "Berhenti!" ia berteriak dari arah belakang. Awalnya aku tak peduli, namun dia berkata, jika aku tidak berhenti aku akan ditembak. Aku sebenarnya masih tidak percaya, namun setelah mendengar bunyi "Bom!" aku sangat takut.
"Serahkan uangmu, atau aku tembak!" ia mengancamku. Aku perlahan maju kedepan.
"S-saya t-tidak a-da uang," suaraku serak, wajahku pucat tubuhku menggigil seakan suhu dingin. Padahal suhunya normal. “Oh, mau di tembak ya!?” ancam dengan nada tegas. “Tolong!! Ada penjahat!” pekikku dengan keras. Orang itu mulai marah, ia perlahan menginjakkan kakinya seakan menuju ke arahku. “Lailahaillallah!” perlahan wajah pucatku berubah menjadi wajah berani. Tubuhku tidak menggigil. Aku berani melawan penjahat itu, karena aku yakin Allah selalu ada untukku. Aku berbalik, dan ternyata itu adalah!???
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Silahkan berikan kritik dan saran ya kakak-kakak dan teman-teman :D