Tsabita

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Setelah Ummi Tiada (BAB 1) Novel -Saat Ummi Tiada-

Setelah Ummi Tiada

Tsabita Alkhansa

Saat Ummi Tiada (BAB 1)

“Ummi!!!!”

“Maafkan Ummi ya, jaga adikmu... Asyh-adu al-la ila-aha illal-laahu, wa asy-ha-du-ann-a mu-ham-ma-d-ar R-asu-lul-la-h--,”

Pesan terakhir Ummi.

“Aku harus kuat, kasihan kamu dik.. Kamu tidak tahu apa-apa…” dalam hati,sambil menahan air mata yang begitu sangat-sangat sulit tuk ditahan.

“Kakak!!!” Hilma (adikku) tampak bergembira. Ia baru saja turun dari mobil jemputan TK.

“Kak, kok Ramai banget?”

“Umi mana?”

“K-kak!!, k-kok ada ocong !!?” ia kira, jenazah Ummi adalah pocong. Mukanya berubah menjadi pucat dan ketakutan.

“Dik, i-itu hanya kostum”

“U-umi m-mana?”

“U-ummi, l-lagi pergi,”

“O-oh,”

“Maafkan aku dik, kakak ga mau lihat kamu bersedih, kamu akan tau pada saatnya.”

***

Esoknya, aku menyiapkan beberapa barang pribadiku dan Hilma. Aku akan pergi ke rumah Bibi Irna. Karena aku belum bisa mengurus Hilma, dan hanya Bibi satu-satu nya yang aku punya dan yang bisa mengurus Hilma.

***

Saat aku datang, tampang Bibi yang ramah membuatku mengingat Ummi, tetapi aku tidak mau Hilma sedih. Aku tidak mau kehilangan Hilma. Bibi menanyakan usia Hilma dengan ramah “Hilma, sudah berapa tahun?”

“Lima ta-hun,” jawab Hilma malu.

“Wah, kalau Salma sudah kelas berapa?”

“Kelas 7 Bi”

“Kalian pasti laparkan? Ayo makan, Bibi sudah siapkan hidangan yang spesial,” Bibi menarik tangan ku dan Hilma.

“Hai kak Salma,” sapa Isma.

“Wah, Hilma cantik nya”

Isma adalah sepupuku, ia beda 1 tahun dariku, ia sekarang kelas 6 SD. Ia memiliki seorang kakak bernama Isna. Kakaknya beda dua tahun denganku.

***

“Hai, namaku Salma, aku dari Cianjur,”

“Aku pindah ke kota, karena Ummiku meninggal dunia, lalu akan diurus bibiku--.” aku belum selesai bicara guru sudah berbicara

“Baik, kamu silahkan pilih tempat duduk yang kosong yah,” “Oke, buka buku TIK hal 122 yah,”

***

“Haha, anak MISQUEEN!! Ga mandiri lagi, pake segala diurus bibinya” mereka tertawa terbahak.

“Aku sudah bilang, AKU GAK MISKIN! Juga aku MANDIRI kok!!! ” aku mengeluarkan semua emosi marahku.

“Hei, cepat pergi kalian!! Sekali lagi bully murid, aku akan laporkan ke Wali kelas kalian!” seseorang mengusirnya

“Hai, namaku Kliara” julur tangannya dengan ramah.

Tanpa RAGU aku langsung memeluknya. “Terimakasih banyak,”

“Oh iya, kamu kelas berapa?” tanya nya.

“7G” jawabku singkat.

“Kamu pasti murid baru,” tebak Kliara

“Kok kamu tau?”

“Karena aku hafal nama murid kelas 7. Oh iya namamu siapa?”

“WOW, keren… namaku Salma, salam kenal ya Kliara.”

***

Sepulang sekolah, Kliara dijemput oleh ayahnya yang kebetulan sedang berlibur kerja. Aku iri karena aku tidak tau kemana ayahku.

“Salma, aku pergi dulu yah,” lambai nya

“Iya, *be careful yah,”

“**Of course,” jawabnya

Aku juga pintar dalam hal bahasa inggris conversation, sebelum meninggal, Ummi mengajarkanku tentang conversation.

“Kak Salma!!!”

“Eh Isma, jangan teriak, jadi sakit telingaku”

“Lagian tadi aku panggil kakak dari tadi gak dijawab,”

“Eh,hehe, I’m sorry.”

“Kalian sudah kumpul. Kalian langsung pulang saja yah, kakak mau jemput Hilma dulu,”

“Oke kak”

***

“Gimana tadi di TK?” tanya kak Isna.

“Seruu kak,”

“Tadi kak Salma dan kak Isma dak jemput Hilma cih,”

“Lah kan, sudah di jemput kak Isna,”

“Iih kan maunya di jemput kak Salma, kak Isna sama kak Isma tauk”

“Wah lagi pada kumpul yah, yuk makan siang,” ajak Bibi

“Asyiik makan,” Rautnya riang. “Rakus amat sih dek,” canda kak Isna.

“Sudah, sudah. Let’s go to the kitchen.. Yang terakhir ke dapur dia tidak boleh makan!” candaku

“Eeeh kok gitu?! Tunggu aku dong!”

***

1 minggu kemudian, saat aku sedang berbincang dengan Kliara ada seseorang yang menghampiri kami. “Permisi---” tak tahu siapa?

“Maaf mengganggu, apakah kalian tahu tempat nya ------?” tanya nya.

"Tahu! lurus, lalu ke kanan, ke kiri, ke kiri, kekanan, lalu kekiri, lurus, kekanan, ke kiri, lurus lagi, lalu belok kiri, lalu ke kanan, kekiri----"

"Aduuuh... Kamu arahin aja deh Kliara! Aku aja pusing, apalagi dia!" ujarku.

"Siaaap!" sahut Kliara.

Kliara pun menunjukkan jalannya, tetapi kurang dari 1 menit, mereka sudah sampai.

“Kliara!!! Ini kenapa dekat banget?!”

“Heheh, maaf! Yang tadikan, lewat halaman sekolah belakang lalu lewat---,” perjelasnya.

“Hadeeh.. Oh iya, nama kamu siapa? Kamu murid baru yah?” tanyaku penasaran.

“Iya benar, kok kamu tahu? Bukannya kelas disini banyak yah?”

“Iya dong, aku sudah tau semua anak kelas disi--” aku menyombongkan diri.

“Huh, sembarangan! Kamu saja baru minggu kemarin masuk ke sekolah sini,” ujar Kliara.

“Heheh, maaf deh,”

“Lagipula sebenarnya aku bukan murid baru, hehe” ujar murid itu.

“Oh, hehe, lalu kamu kenapa tidak tahu ruangan ini?” tanyaku.

“Heheh, aku hanya tes kalian saja,” katanya

“Lalu, kamu mau ngapain kesini?”

Ia pun menjelaskan. Namanya Nabila, ia kelas 8C. Alasan ia pindah karena, ia mau fokus untuk belajar Al-Qur’an dan Hadits, karena di SMP tidak ada pelajaran itu. Dalam hati aku berkata “Apa sih itu Hadits? ” Aku tahu Al-Qur’an apa itu, tetapi Bunda jarang sekali memberi tahukan apa itu Al-Qur’an. Dulu aku bersekolah di tempat SMP kristen, entah kenapa Bunda menyekolahkanku di tempat itu. Jadi aku tidak pernah mempelajari Al-Qur’an, tetapi soal sholat, aku sholat dong!

“Dorr!!!” Kliara mengagetkan ku.

“Eh, ada apa Kliara?”

“Kenapa melamun sal?” tanyanya

“Eh, nggak kok, ke kantin yuk. Lapar banget,” aku mengalihkan pembicaraan

“Ayo, let’s go!” serunya.

***

“Hei Kliara, kamu kenapa sih?” tanyaku.

“Salma!” ia memelukku sambil menangis terisak-isak.

“Hei ada apa? Ayo cerita padaku,” kataku berusaha mencari tahu apa yang membuat Kliara menangis.

“A-aku, a-kan p-pi-nd-a-h ke p-es-ant-ren---”

“W-why?” air mataku mulai menurun.

“Ibuku menyuruh agar menghafal Al-Qur’an dan Hadits,” katanya seraya menangis.

“Terimakasih sudah menemaniku, walau hanya 1 minggu, aku tidak akan melupakan mu,” aku langsung memeluk nya erat. “Aku juga, kau sudah aku anggap sahabatku walau kita baru bertemu,"

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Assalamu alaikum. Perkenalkan nama saya Nasywa Rachmat. Judul buku saya Pesantren Itu Hebat. Saya kelas 2 SMP. Saya suka dengan cerita yg kt tulis, dan sya sedih klo membaca tulisanta ini. Alhamdulillah sdh bagus. Tetap semangat ya..

19 Jul
Balas

Hai kak, terimakasih! Tadi saya juga baca punya kakak, bagus sekali. Semangat juga ya untuk kakak!

19 Jul

Mohon kritik dan sarannya ya manteman :D

19 Jul
Balas



search

New Post