Pergi - Pembunuhan dikamar 175
Pergi - Pembunuhan di kamar Asrama 175.
Aku pagi-pagi sekali, bangun seperti biasa. Aku bergegas pergi ke kamar mandi untuk mandi dan wudhu. Namun, saat aku sedang melewati kamar asrama 175, aku mendengar jeritan. Wajahku pucat, tubuhku menggigil, ingin tahu siapa yang menjerit, tetapi takut. Segera, aku kembali, ke kamar asramaku. Aku memutuskan tidak jadi mandi.
“Suara apa itu?!” ucapku lirih tertutupi selimut.
Tak terasa matahari sudah terbit. Aku terbangun, namun aku dikejutkan dengan kabar yang mengerikan.
“Ada apa?!” kulihat semua orang ketakutan, ada juga yang menangis.
“Heii, ada apa!?” aku bertanya, namun belum ada yang menjawab.
Aku lalu, keluar untuk mandi, sekarang sudah pukul 6.00. Tidak biasanya semua siswi bangun saat jam segini. Saat ku berjalan menuju kamar mandi, aku melihat kerumunan. Aku menghampiri dan bertanya.
“Miss, apa yang terjadi?” tanyaku penasaran.
“A--sha- d-dibunuh…” jawab Miss Prilly tergagap-gagap.
Aku Terhenyak sedih seraya menatap kamar no. berapa. Dan itu adalah no. 175, itu adalah kamar yang aku mendengar sebuah jeritan. Perlahan, air mata menetes, seharusnya saat aku mendengar itu, aku harusnya memberitahukan staff-staff sekolah. Aku berjanji, akan mencari tahu siapa yang membunuhnya…..
“Aku berjanji….”
Bersambung~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar