Cemara yang Berbeda
Hallo, kenalin namaku Syahna aku terlahir sebagai anak perempuan yang ceria, sering mendapat support dari ibu dan ayah. Kehidupanku memang sangat bahagia, entah itu dibentuk bagaimana dan seperti apa. Perjuangan mereka sungguh membuatku seperti anak yang tak pernah merasa kecewa. Canda tawa selalu terbawa di wajahku setiap harinya. Ceria penuh makna karena aku selalu terlibat dari apa yang terpenuhi yang ku inginkan. Sosok ayah yang selalu tak tega melihatku kenapa-napa, ayah yang selalu menginginkan anak perempuannya tumbuh dengan segala tawa, rasa bahagia yang selalu mengiringinya. Dulu setiap ayah sepulang kerja, aku adalah manusia yang paling senang karena melihat ia pulang ke rumah untuk menggendongku, membuatku tertawa, menanyakan bagaimana keadaanku, yang selalu khawatir jika aku belum menyuap makanan. Sampai di mana aku harus kehilangan perannya, Ya bukan kehilangan si, tetapi semesta memberi jeda untuk aku dan sosok ayah yang dulunya bisa bertatap muka, tak harus menunggu kabar ayah sampai larut lama. Hari itu aku masih ingat betul kejadian apa yang menimpa keluargaku. Ayah dan ibu harus benar-benar berjauhan, Sungguh bohong rasanya jika aku bahagia dan baik-baik saja setelah kejadian itu, rasanya seperti dada yang ditusuk-tusuk pisau tetapi tidak mengeluarkan darah setetes saja. Saat itu aku memang sempat benci kepada ayah, karena perkataannya yang tak sengaja melukai hati ibu. Tapi terlepas dari itu semua aku ternyata tidak bisa untuk selalu membenci ayah, bagaimanapun anak perempuan lemah sepertiku tidak sanggup jika harus kehilangan sosok peran dirinya dihidupku. Berat rasanya tidak bisa bertemu sosok ayah disekelilingku setiap harinya. Dan dimana suatu ketika saat aku mempunyai sosok ayah baru yang baik sekali, lembut nada bicaranya, dan yang pasti bisa membuat ibu bahagia dan tertawa kembali, tetapi dari lubuk hatiku yang paling dalam, sosok ayah kandung lah yang tetap menang dari siapapun itu yang bisa menggantikan. Aku tak membenci ayahku yang baru, bahkan keluargaku yang sekarang. Aku mempunyai kebahagiaan tersendiri di versi yang baru di kehidupan keluarga ku yang sekarang. Aku juga bahagia aku juga tidak merasa kurang kasih sayang di keluargaku yang sekarang. Untukku kali ini aku hanya harus bisa menerima apapun itu takdir yang membawaku sejauh ini. Aku akan turut serta bahagia jika ibuku juga bahagia. Sosok ibu adalah harta yang paling berharga dari apapun itu, jadi jika aku harus mengikuti egoku, pasti ibu akan sedih jika tidak diberi kesempatan untuk memiliki lembaran baru yang bisa membuat ibu bahagia. Kecewa pasti ada jika mengingat masalalu yang tak sepantasnya untuk diingat. Jadi, inilah kehidupanku yang bisa diukir dan dirajut dengan sebutan kata-kata. Di balik itu semua aku menyebutnya dengan "Cemara yang Berbeda", mungkin perjalanan hidupku tidak akan semulus itu jika aku tidak merasakan kehilangan terlebih dahulu. Aku mensyukuri atas apa yang telah Tuhan berikan kepadaku. Lengkapnya keluargaku adalah salah satu anugerah yang tak terhingga. Jangan bersedih bagi kalian di luar sana yang memiliki keluarga terpencar. Jangan jadikan halangan untuk runtuhnya semangat mu menjalani hidup di dunia.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar