Kebaikan Dalam Kejahatan #5 || Malam itu...
Sementara itu, Asma masih belum sadar. Ia pingsan di jok belakang mobil si penculik. Setelah sekitar 1 jam perjalanan, Mobil memasuki sebuah jalan gelap dan sempit. Tapi tetap bisa dilalui mobil. Di ujung jalan, terlihat sebuah gedung besar berterali besi. Tak cukup itu saja, terali itu dialiri listrik tegangan tinggi. Mobil membunyikan klakson keras-keras. Tapi tak ada yang membukakan gerbang.
"Apa-apaan ini? Mana Mbak Tata? Kenapa gak dibukain pintu gerbangnya?! Awas aja!" Kata penculik pertama yang memegang roda kemudi.
"Sebentar. Aku telephone dulu. Ketiduran apa ya, Mbak Tata?!" Kata penculik kedua yang duduk di sebelah supir.
Setelah itu terjadi kegaduhan. Orang yang mereka sebut Mbak Tata tak juga membukakan gerbang. Setelah 10 kali di telephone tapi tak diangkat, kedua penculik itu membuka kunci pintu mobil untuk membuka sendiri gerbang bangunan itu. Alhasil, semua kunci pintu di mobil itu terbuka.
Asma menggunakan kesempatan ini untuk kabur. Ia terbangun karena suara ribut-ribut yang didengarnya. Sesaat ia masih pusing. Tapi kemudian tubuhnya biasa lagi. Dengan hati-hati, Asma membuka pintu mobil. Para penculik tak ada yang menyadarinya karena mereka tengah sibuk membuka gerbang yang ternyata hanya bisa dibuka dari dalam.
Karena kebisingan yang terjadi, para penculik itu tidak ada yang menyadari bunyi pintu mobil yang dibanting Asma. Dengan hati-hati, Asma segera berlari menjauhi tempat itu. Ia berlari hingga sampai di tikungan. Setelah itu ia memasuki lorong yang gelap mencekam. Tapi itu semua dihiraukannya. Yang diingatnya saat ini hanya satu. Kabur selekas mungkin ke tempat aman apapun yang bisa dijangkaunya. Akhirnya Asma sampai ke jalan besar. Meski banyak motor dan mobil berlalu lalang, tapi jumlahnya masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan lebar jalannya.
Asma berusaha mencari tumpangan. Tapi usahanya gagal. Ia merasa dilema. Jika ia semakin menjauhi tempat itu, ia akan tersesat. Tapi jika ia tak segera menjauhi tempat itu, Asma khawatir para penculik itu akan bisa menyadari kalau Asma kabur lalu mencarinya. Asma berjalan mondar-mandir. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan menjauhi tempat itu.
Asma berjalan ke arah kanan. Hari sudah gelap. Asma kedinginan dan kelelahan. Tapi ia bertekad untuk terus. Akhirnya Asma benar-benar kelelahan. Ia duduk sebentar di trotoar. Setelah merasa lebih segar, Asma melanjutkan langkahnya. Ia memikirkan tentang hal yang terjadi padanya. Semua begitu tiba-tiba. Asma yakin keluarganya pasti cemas. Laila juga pasti merasa demikian. Laila sangat perhatian pada Asma. Mereka seperti adik kakak. Karenanya, Asma sangat menyukai Laila.
Tiba-tiba, ia merasa ada yang menariknya ke belakang. Asma begitu sibuk berfikir sampai tak menyadari sekitarnya. Ternyata para penculik itu menyadari Asma kabur dan langsung mengejarnya. Asma berusaha berteriak. Kini jalanan benar-benar kosong tanpa seorangpun yang tampak. Asma semakin ketakutan.
Asma diseret masuk lagi ke mobil. Di mobil, tangannya diikat kebelakang. Mulutnya di sumpal. Sementara para penculik membawanya kembali ke gedung berterali itu. Ternyata, pintu gerbang sudah berhasil mereka buka. Karenanya, mobil melaju dengan kecepatan penuh. Asma memperhatikan sekitarnya. Ia tak mengenali tempat ini. Terlihat olehnya sebuah bangunan tinggi dan besar yang gelap tanpa disinari rembulan. Saat itu malam bulan purnama. Tapi awan menghalangi cahaya bulan sehingga keadaan menjadi benar-benar gelap. Tak ada penerang yang terlihat dari gedung itu yang membuatnya menjadi semakin terlihat mencekam...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
lanjutttt!!
Iyah. Makasih~
Lanjuttt!!!
Iya. Makasih~ yaahh
Lanjutt kakk
Makasih~