Kebaikan Dalam Kejahatan #4 || Asma, Kamu Dimana?
Sementara itu di rumahnya, Laila menunggu dengan sabar. Saat jam sudah menunjukkan pukul 5, ia sudah khawatir Asma tak jadi datang. Asma belum memberinya kabar apa-apa tentang keterlambatan ini. Sebelumnya, Asma juga jarang datang terlambat. Karenanya, Laila benar-benar khawatir. Ia seperti merasa suara Asma terngiang di pikirannya. Bukan tentang kegembiraan. Tapi teriakan minta tolong.
Jam setengah 6 sore, Laila meminta ayahnya untuk mengantarkannya ke rumah Asma. Barangkali ada masalah. Laila memang tidak diperbolehkan keluar rumah sendirian lebih dari jam 5 sore. Setelah mendengar alasan Laila untuk meminta diantarkan ke Rumah Asma, Ayah Laila, Pak Hamid mengantarkan Laila ke Rumah Asma.
Diluar sudah gelap dan dingin. Menyisakan angin malam yang menusuk ke rusuk. Laila membawa senter yang terang cahayanya. Ia dan ayahnya terus berjalan, sampai di tempat Asma diculik.
Laila langsung melihat barang-barang Asma yang berceceran. Laila tertegun. Rasa cemas mengalir di sekujur tubuhnya menyisakan pertanyaan yang berkelebat di hatinya. Laila mununduk dan memunguti barang-barang Asma. Laila tau itu adalah hadiah yang akan Asma berikan padanya karena sebelumnya ia sudah mendapatkan cerita tentang hadiah-hadiah itu dari Asma lewat chat.
Laila menyorotkan senternya ke sana kemari untuk mencari barang-barang Asma lainnya. Dibantu ayahnya yang juga merasa heran, Laila memungutinya satu persatu. Tiba-tiba, sorotan senternya terarah ke sebuah benda berbentuk persegi. Ponsel!! Laila mengambilnya. Itu ponsel Asma. Ia mengetahuinya dari chasing hp Asma yang dihiasi gambar bunga kesukaan nya, Daisy.
Laila melihat perekam suara di ponsel Asma masih menyala. Belum sempat ia menekan tombol play, Laila mendengar suara beberapa orang memanggil nama Asma. Itu suara Ayah dan Bunda Asma! Jadi, ada apa sebenarnya dengan kejadian ini?
Bunda Asma, Bu Risma melihat Laila dan ayahnya. Dengan nada khawatir, ia bertanya pada Laila perihal keberadaan Ahati.
"Maaf, Tante. Tapi aku juga gak tau Asma ada dimana sekarang. Tadi dia tidak datang ke Rumahku seperti yang ia katakan kemarin. Tapi aku menemukan barang-barang dan ponselnya tergeletak di tanah. Perekam suara di ponselnya juga masih menyala. Tante bisa dengar suara dari perekam itu. Mungkin itu juga bukti..." Kata Laila menjelaskan.
"Pak Hamid, boleh anda datang ke Rumah kami bersama Laila? Kita membicarakan hal ini disana." Kata Ayah Asma, Pak Rahman.
"Iya, baik. Saya akan datang dengan senang hati." Jawab Pak Hamid.
Akhirnya, rombongan kecil itu pergi ke Rumah keluarga Asma. Sesampainya disana, Azan Maghrib berkumandang. Setelah shalat, semua berkumpul di Ruang Tengah untuk mendengarkan rekaman dari ponsel Asma. Laila mendengar dengan napas hampir tertahan. Di tangannga masih tergenggam hadiah-hadiah Asma. Tubuhnya menggigil. Bukan karena dingin. Tapi karena tegang.
Dalam rekaman itu, terdengar suara Asma yang menyapa Bu RT dan Kak Aini yang tak sengaja ditemuinya di jalan. Kak Aini menanyakan tujuan Asma pergi. Asma menjawab dengan jawaban "Rahasia". Setelah itu selama 2 menit setelahnya hanya bunyi semilir angin yang terdengar. Itulah saat Asma memasuki jalan sunyi dekat tempat tinggal Laila. Sayup-sayup, terdengar suara Asma tersentak. Setelah itu terdengar seperti bunyi benda berjatuhan yang disusul dengan suara mesin mobil. Lalu, terdengar suara orang berbisik-bisik. "Semua aman?" Tanya suara pertama. "Ya! Masukkan dia ke jok belakang. Disana aman." Jawab suara kedua. Terdengar suara langkah kaki pelan dan setelah itu hanya kesunyian saja yang terekam.
Laila semakin merasa khawatir. Asma, dimana kamu? Katanya berulang-ulang dalam hati.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Lanjuttt
Makasiihhhh~
lanjut kak,semangat!
Makasih~
Bagus kak,Lanjut ya kak Syahida,Semangat!
Makasih yaahh
Lanjutt kakk
Makasih~