Perpustakaan Adalah Modal Terbesar Literasi
Literasi dimaknai sebagai sebuah kemampuan dalam menulis dan membaca. Secara lebih luas, literasi juga dimaknai sebagai kemampuan dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk diberdayakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga seseorang yang dikatakan memiliki tingkat literasi tinggi tidak hanya mampu menulis dan membaca tetapi juga mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di era modern kini, teknologi berkembang pesat. Komputer mulai menjadi perangkat yang umum digunakan dalam memudahkan pekerjaan sehari-hari termasuk dalam hal pencarian dan media pembelajaran. Literasi pun berkembang di era digital, kini literasi juga dimaknai sebagai pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu dilingkup penggunaan media digital
Perpustakaan merupakan tempat yang banyak sekali ilmunya. Jika kalian sering sibuk dan tidak ada waktu untuk belajar di perpustakaan, kalian bisa bermain handphone untuk belajar di rumah, handphone atau gadget dapat memberikan dampak yang baik jika digunakan dengan bijak. Kita bisa menonton YouTube untuk melihat pelajaran yang tidak dimengerti dan aplikasi WhatsApp digunakan untuk bertanya kepada guru mengenai materi yang belum dipahami. Akan tetapi, yang perlu diingat bahwa penggunaan handphone atau gadget jangan terlalu lama karena bisa menyebabkan sakit mata atau mengalami computer vision syndrome.
Beberapa masalah yang terjadi jika penggunaan gadget terlalu lama akan berpengaruh pada mata lelah, mata kering dan penglihatan terganggu. Maka dari itu, sempatkan mengambil beberapa buku di perpustakaan untuk dibaca dan dibawa pulang tapi jangan lupa untuk dikembalikan lagi buku yang dipinjam. Mengapa perpustakaan bisa dibilang modal terbesar literasi? Karena, ilmu sangatlah bermanfaat dan membuat otak kita menjadi lebih baik dari sebelum kita mengenal buku, sebenarnya modal terbesar itu bukanlah uang melainkan ilmu yang didapat selama membaca buku di perpustakaan, manfaatnya sangatlah besar. Jika kita mempunyai ilmu, kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sebaliknya, jika kita tidak mempunyai ilmu kita tidak akan pernah merasakan manfaat yang sangat luar biasa bagi kehidupan sehari-hari.
Peranan perpustakaan dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut: pertama, penyediaan dan peningkatan bahan koleksi. Bahan koleksi yang umumnya berupa buku sebagai media belajar dan membaca menjadi modal dalam peningkatan literasi masyarakat. Semakin banyak koleksi buku yang dihadirkan, maka masyarakat akan semakin tertarik untuk membaca. Diawali dengan ketertarikan tersebut, akan muncul upaya masyarakat untuk belajar membaca bagi mereka yang buta huruf. Apalagi jika buku yang disediakan sesuai dengan minat dan kebutuhan masyarakat. Karenanya survei minat baca menjadi penting dilakukan. Ketersediaan koleksi ini akan lebih efektif jika dibarengi dengan promosi perpustakaan. Kini, promosi perpustakaan dapat dilakukan melalui berbagai media seperti sosialisasi dan pemanfaatan media sosial.
Kedua, perpustakaan keliling, dapat menjadi media promosi dengan mengenalkan perpustakaan langsung kepada masyarakat. Perpustakaan keliling merupakan pengedaran sebagian koleksi perpustakaan keberbagai tempat tujuan untuk membawa koleksi perpustakaan langsung kepada target pemustaka. Diharapkan dengan program ini, masyarakat dapat mengenal dan menyadari peran perpustakaan. Program ini sekaligus dapat meningkatkan literasi masyarakat secara langsung. Ketiga, kunjung perpustakaan. Kunjung perpustakaan merupakan kegiatan mengunjungi perpustakaan oleh kelompok tertentu seperti kelompok belajar di sekolah maupun organisasi kemasyarakatan. Program ini biasanya dilandasi kerjasama antar pihak. Pihak perpustakaan akan menyambut dan melakukan pendidikan pemakai secara langsung kepada kelompok pembelajar.
Salam literasi!!
Nama lengkapku Siti Lianjar Azzahro Haviva. Aku lahir di kota Jember, 19 Juni 2012. Alamatku di jalan Teuku Umar Desa Sukoreno Kab. Jember. Aku duduk di kelas 5 SD Unggulan Assunniyyah. Hobiku memasak dan menulis. Cita-citaku ingin menjadi seorang guru.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar