Ku Sematkan Namaku Dalam Buku Perpustakaan
Ku Sematkan Namaku Dalam Buku Perpustakaan
Aku sangat senang membaca buku di perpustakaan karena di sana adalah rumahnya ilmu, setiap hari aku pergi ke perpustakaan untuk menambah ilmu pengetahuan seperti membaca dongeng, legenda, dan cerita pendek. Membaca dapat memperluas wawasan selain itu juga menjadi sumber inspirasiku dalam menulis. Aku ingin seperti nama-nama pengarang yang biasanya terletak di atas sampul buku, membayangkannya saja membuatku bahagia apalagi bisa kenyataan pasti tidak karuan bersyukurnya.
Semenjak itu aku memulai belajar literasi, lalu sedikit demi sedikit tangan ini mulai luwes dalam merangkai aksara bahkan seperti penempatan huruf kapital, dan tanda baca sudah mahir di luar kepala. Meskipun semua sudah berjalan lumayan lancar tapi aku terus berusaha untuk menjadi yang terbaik, pernah suatu ketika aku mengikuti sebuah perlombaan literasi secara online, namun aku belum berhasil. Walau demikian tidak menyurutkan semangatku untuk belajar karena kekalahan bukanlah akhir dari perjuangan, terjatuh bangun lagi jatuh terus bangun lagi sampai kapan pun itu. Mengapa tidak capek? Tentu tidak, karena aku sudah menanamkan dalam hati bahwa semakin sering terjatuh semakin dekat pula kesuksesan itu tiba.
Meskipun pada lomba kemarin aku gagal, tetapi aku tetap mengikuti lomba-lomba berikutnya, justru kegagalan ini kujadikan motivasi terbesar dan aku yakin bahwa aku mampu melewati rintangan ini.
Pada suatu hari aku mencoba mengarang sebuah cerita, memang tidak terlalu tebal tetapi aku berharap ada manfaat yang bisa diambil dari karyaku tersebut. Setelah file jadi, aku langsung mengirimkannya pada Publisher dan beberapa hari kemudian namaku berhasil muncul di daftar para pemenang. Akhirnya semua pengorbananku tidak sia-sia, impianku menyelipkan buku hasil karya di dalam perpustakaan telah terealisasikan dengan begitu indah dan sangat sempurna bagiku.
Berkat dukungan orang tua, guru, sahabat, dan teman-teman semua berjalan lancar, tanpa mereka apalah aku yang hanya remahan rengginang. Setelah karyaku masuk di lemari perpustakaan para warga sekolah berbondong-bondong turut ingin membacanya, mengapresiasi, dan bahkan ada yang memberi hadiah padaku. Ketika ada bazar buku aku memberanikan diri untuk menjual buku karyaku tadi, 300 buku berhasil tercetak dan aku tata rapi sedemikian rupa, betapa terkejutnya aku ketika buku yang aku bawa ludes hanya dalam waktu tiga puluh menit. Seketika kenangan, perjuangan, pengorbanan yang selama ini aku jalani dengan senang hati akhirnya membuahkan hasil yang begitu menawan.
Membaca memang tidak pernah salah, justru malah menghadirkan candu dalam kehidupan. Membaca adalah jendela dunia, membaca dapat membuka peluang sehingga melahirkan karya hebat, semua itu karena adanya perpustakaan yang membuat ideku bermunculan, berkat perpustakaan impianku terwujud kan.
Biodata Penulis
Halo namaku salsabila Qorina alamatku desa wringin agung dusun pondok waloh kec jombang kab jember
Aku lahir di jember, 14 februari 2012 sekarang aku duduk dikelas 5 SD cita cita ku ingin menjadi guru hobby ku memasak

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar