Rindu ayu putri

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

HABISI PERGAULAN BEBAS

HABISI PERGAULAN BEBAS

Pergaulan dan perkembangan emosional masa anak-anak menuju remaja, sangat mempengaruhi kepribadian, selain hal tersebut, perkembangan anak- anak mulai dari usia balita, anak, remaja dan dewasa dapat di arahkan dalam hal positif tanpa harus melalui pergaulan bebas. Banyak sekali penyebab pergaulan bebas yang dilakukan anak- anak hingga remaja, diantara-Nya adalah :

Tingkat pendidikan keluarga yang minim, brokenhome, keterbatasan ekonomi keluarga, kondisi lingkungan, penyalahgunaan internet. Dari beberapa penyebab pergaulan bebas tersebut salah satunya adanya penyalah gunaan internet. Penggunaan internet dapat berdampak positif dan negatif ketika penggunaannya menyimpang. Dampak negatif perkembangan teknologi salah satunya konten yang tidak baik. Peranan guru, orang tua dan lingkungan sekitar adalah faktor utama untuk membantu menindak dengan tegas pergaulan bebas. Mengapa pergaulan bebas perlu di tindak ? Terkait berita yang ada di media sosial banyak anak2 remaja yang melakukan tindakan hamil di luar nikah. Bukan kesalahan mereka namun semua itu adalah kesalahan dari beberapa pihak terkait, diantara-Nya orang tua, guru, dan masyarakat. Terkadang dengan maraknya media sosial kita cenderung cuek pada cara mengasuh anak d rumah. Bahkan hampir tak peduli dengan situasi di sekitar kita. Adab bergaul seperti yang di kutip dalam mengungkapkan adab pergaulan dalam Al- Quran yaitu salah satu larangan Allah SWT untuk menjauhi zina d terangkan dalam surat Al- isra ayat 32.

“ Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Sebagai orang tua banyak yang membiarkan anak-anak mengakses media sosial tanpa proses pendampingan. Akankah terus seperti itu sementara perkembangan dan pertumbuhan mereka adalah kewajiban orang tua untuk mendampingi, membimbing dan memberikan kasih sayang serta perhatian yang cukup untuk bekal masa remaja. Peranan orang tua di rumah adalah pendidik nomor satu. Untuk membentengi anak dari pengaruh buruk media sosial orang tua perlu memberikan ruang diskusi dalam keluarga. Family time salah satu ruang diskusi dalam keluarga, memberikan waktu dan pendampingan anak-anak dalam menggunakan media sosial dengan bijak, membatasi penggunaan gadget di rumah agar anak lebih banyak bermain fisik untuk pertumbuhan daripada bermain media sosial. Selain orang tua yang berpengaruh dalam pembentukan karakter anak hingga tidak melakukan pergaulan bebas, peranan sekolah dan pendidik juga merupakan faktor yang dominan dalam pembentukan karakter. Pendidikan karakter dinegara kita masih jauh dari pendidikan karakter di Jepang. Negara ini membentuk karakter dan budaya mulai dari pendidikan sejak usia dini. Mengenalkan adab pergaulan dengan orang lain, adalah salah satu budaya sekolah yang diangkat dari budaya bertamu. Dalam kurikulum merdeka sudah ada Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang berketuhanan. Dalam perkembangan budaya dan teknologi tidak selalu membawa hal positif, ada pula hal negatif yang dapat menyeret remaja dalam pergaulan bebas. Pergaulan bebas ini bisa membawa dampak buruk bagi pertumbuhan anak remaja bahkan dapat memberikan dampak buruk bagi orang lain juga. Dampak buruk dari pergaulan bebas inilah yang harus kita tekan sehingga anak2 muda generasi penerus bangsa tidak menganggap enteng. Peranan masyarakat membentengi masing-masing individu agar mampu mengatasi dampak internet yang begitu besar terhadap perkembangan fisik dan psikologi anak. Yuk stop pergaulan bebas dan tindak tegas semua pelakunya dengan pembimbingan yang baik. Memberikan pengarahan dan pelatihan agar para korban pergaulan bebas menjadi efek jera.

BIODATA PENULIS

Assalamualaikum Wr Wb.

Hai teman² semuanya!!♡♡

Kenalin Nama Saya : Rindu ayu putri.

Saya lahir di Jember pada Tanggal : 25 april 2010.

Alamat email : [email protected]

Saya bersekolah di: MTsn 1 Jember.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post