Hijrahnya Gadis tomboi
Judul : Hijrahnya Gadis Tomboi
Bab 1
Mengenal Sosok Nadia
Sinar matahari pagi mengintip dari jendela kamar. Pagi ini hawanya sedikit dingin membuat tubuhnya sedikit menggigil. Dan karena dinginpun dia enggan untuk beranjak ke kamar mandi. Tapi kalau tidak bergegas dia bisa telat masuk sekolah. Dengan berat hati akhirnya dia pun mandi.
Perkenalkan, namanya Nadia. Dia duduk di kelas XI SMA. Nadia adalah gadis tomboi. Dan dia anak tunggal dari seorang pengusaha properti yang sukses. Nadia tinggal di rumah yang besar dan mewah. Parasnya cantik, tinggi semampai, kulitnya kuning bersih, hidungnya mancung. Dan karena dia tomboi, dia gak pernah memanjangkan rambutnya tapi dia lebih suka memotong pendek rambut hitam legam tersebut. Kesehariannya di rumah dia selalu pakai celana jeans dan kaos oblong. Ketika hendak bepergian barulah dia mengganti kaos oblongnya dengan kemeja. Nadia juga mempunyai hobi yang tidak sepatutnya dimiliki anak perempuan, yakni dia suka balapan motor. Keberaniaannya saat balapan motor tidak kalah dengan anak laki-laki. Hobinya inilah yang membuat ayah dan bundanya sering marah-marah dengannya, tapi nadia cuek saja dan tetap menjalankan hobi balap motornya.
“ Nadia ayo segera turun kita sarapan bareng di bawah” panggil bunda
“ Iya bun, sebentar “ jawab Nadia
Kemudian Nadia bergegas turun ke bawah untuk sarapan bersama ayah dan bunda. Sesudah sarapan Nadia hendak beranjak dari tempat duduknya tapi tangannya ditarik sama bundanya dan menyuruh Nadia duduk kembali.
“Ada apa sih, Bun...? main tarik saja” tanya Nadia sambil cemberut
“Nadia, hari ini kamu berangkat sekolah bareng sama ayah. Nanti pulangnya juga dijemput ayah. Kamu tidak perlu bawa motor sendiri.”
“lho.. ya nggak bisa gitu dong, Bun... Nadia kan sudah janjian sama teman Nadia kalau sepulang sekolah nanti mau ke rumahnya, ngerjakan tugas kelompok, Bun...”
“Nadia, kamu itu anak perempuan. Jaga sikap kamu. Apa kamu tidak malu, setiap hari keluar rumah dengan Ninja Kawasaki mu itu. Belum lagi penampilanmu, mulai potongan rambut dan cara berpakaian seperti laki-laki. Sudah tidak usah bantah....Kalau kamu nanti siang mau ke rumah teman bilang saja sama ayah biar diantarkan ayah ke rumah temanmu.”
Akhirnya dengan terpaksa Nadia menuruti perintah bundanya. Dengan muka kesal dia langsung keluar rumah tanpa mengucap salam. Padahal biasanya dia kalau berangkat sekolah cium tangan bundanya dan mengucap salam.
Di dalam mobil Nadia pun hanya membisu. Dia melihat keluar jendela mobil. Tidak dihiraukan ayahnya yang ada di sampingnya yang lagi mengemudikan mobil.
“Ada apa Nadia? Dari tadi ayah perhatikan kok cemberut terus. Kamu tidak senang diantar ayah? Enak kan kalau naik mobil diantar ayah seperti ini kamu tidak perlu capek-capek bawa Ninja Kawasaki mu, he he he..” kata ayah Nadia sambil tertawa terkekeh.
“Biasa saja tuh, aku malah suka bawa motor sendiri, bisa bebas dan kelihatan mandiri kan tidak perlu merepotkan ayah harus antar jemput aku ke sekolah. Besok ayah tidak perlu antar jemput aku, biar aku berangkat sendiri saja bawa motor” jawab Nadia tanpa melihat ke arah ayahnya.
“Oke kalau kamu suka naik motor, besok ayah antar jemput kamu dengan motor” kata Ayah Nadia sambil tersenyum melirik Nadia.
Seketika Nadia menoleh ke arah ayahnya sambil matanya melotot, “Ayaaaahh...”
Sesampainya didepan gang sekolah
“Ayah aku turun sini aja ya ?” kata Nadia
“ Lho kenapa kan enak turun di depan gerbang?” tanya ayah
“ Ya biar aku tidak ditanyai sama teman temanku, Ayaaah, boleh yaaa?” rengek Nadia
“ Ya sudah, tapi nanti sore ayah jemput langsung masuk halaman sekolah ya, kamu tunggu saja di halaman sekolah, jangan keluar gerbang.” minta Ayah
“ Iya deeh” jawab Nadia lesu
Saat tiba di sekolah banyak orang yang memperhatikannya karena jarang jarang Nadia ke sekolah tidak bawa motor. Di sekolah ini Nadia sudah cukup terkenal karena tomboinya, jadi wajar aja kalau ia menjadi pusat perhatian pagi ini. Sampai sampai ada satu murid yang menegurnya karena tumben tidak bawa motor
“ Nad, tumben kamu gak bawa si Ninja? Gak dibolehin ya? atau disita? Nadia...Nadia... jadi anak tuh jangan tomboi...bersyukur gitu kek udah diciptakan jadi seorang perempuan kok malah pingin jadi laki” tegur salah satu murud di situ
“ yeee... terserah akulah mau bawa motor atau gak... dan juga ngapain sih kamu ngurusin hidup orang” jawab Nadia sambil tersenyum sinis. Teman yang bertanya tadipun hanya bisa geleng-geleng kepala.
Pelajaran sekolah dimulai dan Nadia menjalankan aktivitasnya seperti anak pada umumnya. Pada sore hari saat pulang sekolah nadia ditanya oleh sahabat karibnya.
“ Nad nanti jadi kerumah gak?” tanya Kirana sahabat Nadia
“ Heeemm maaf ya, Kar, aku belum bisa ke rumahmu karena nanti aku mau diajak ortuku keluar” jawab Nadia bohong. Nadia tidak mau Karina tahu kalau tadi pagi dia lagi debat sama bundanya karena tidak dibolehkan bawa motor sendiri.
“ Oooh.. Ya sudah kalau gitu kita pulang bareng yuk?” ajak Kirana
“ Gak usah, Kar, aku mau ke Perpustakaan, ada buku yang harus aku pinjam jadi kalau kamu mau pulang dulu gak papa” jawab Nadia bohong lagi
“ iiiih tumben ke perpus? biasanya ke perpus kalau ada tugas saja” kata Kirana
“ hehehe... lagi cari strategi biar bulan depan bisa menang lomba balap motornya, oke Kar...” jawab Nadia santai sambil berlalu meninggalkan Kirana yang melongo bingung melihat sikap sahabatnya.
Akhirnya Kirana pun bergegas menuju parkiran motor untuk pulang. Nadia pun menunggu jemputan Ayahnya, tidak lama mobil ayah Nadia muncul dan Nadia pun pulang. Di dalam mobil Nadia masih murung aja sama saat dia berangkat hingga Ayah Nadia pun bingung, selama perjalanan mereka tidak mengobrol sedikit pun
Sesampainya dirumah
“ Assalamualaikum”salam Nadia
“wa’alaikumussalam” jawab Bunda
“ Bunda besok aku bawa Motor ya, pokoknya Bunda gak boleh melarang aku lagi?” rengek Nadia
“ Nadia selama 1 minggu ini kamu akan diantar jemput oleh Ayah pakai mobil, sayang... mumpung ayah tidak banyak agenda dalam 1 minggu ini, jadi ayah pingin antar jemput anak semata wayangnya yang cantik ini“ kata Bunda
“ Apaan sih Bun... gak tahu deh Bun, Nadia capek, mau ke kamar dulu...”
“ Nadiaaa”
Akhirnya Nadia masuk kamar sampai ketiduran. Dan ia terbangun ketika adzan maghrib dan dia langsung teringat kalau dia ada janji ketemuan dengan gank motornya malam ini.
“Aduh bagaimana ini, aku harus bisa keluar rumah dengan motorku “ kata Nadia
Nadia pun diam diam keluar rumah tanpa sepengetahuan ayah dan bundanya. Karena takut orang tuanya mendengar suara motornya, maka dia pun menyalakan motor di depan gang komplek rumahnya. Akhirnya Nadia berhasil kabur.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar