reyca

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KEMBALILAH, KUMOHON

KEMBALILAH, KUMOHON

Adreanus William Bagaskara, lelaki blasteran Jawa-Belanda itu termenung di bibir Pantai Scheveningen Kota Den Haag, ia membiarkan angin menerpa wajah tampannya. Raga Adrean memang di sini tetapi, jiwanya, hatinya, dan pikirannya ada di tempat ia dilahirkan yaitu Pulau Jawa.

Juwita Ratna Dewi, nama yang tak akan pernah dilupakan Adrean seumur hidupnya. Perempuan itu membawa cinta sekaligus menorehkan luka pada Adrean.

Adrean melamun dan ingatan membawanya pada peristiwa 10 tahun silam, "Bagas!" seru Juwita. Perempuan beraroma lavender dengan kulit sawo matang itu sukses membuat Bagas jatuh hati padanya. Kala itu di angkringan mereka bertemu, membicarakan tentang keluh kesah masing-masing, bercanda ria seolah-olah memang tidak ada hari esok.

Bagas ingin sekali mengungkapkan isi hatinya kepada Juwita. Tetapi, perasaan Bagas kalah dengan egonya sendiri. Sampai senja pun tiba, Juwita yang diharuskan pulang sebelum matahari tenggelam berpamitan kepada Bagas. Pikir Bagas masih ada hari esok untuk menyatakan perasaannya. "Braak...!" Nahas truk tangki berisi BBM tersebut menabrak perempuan yang dicintai Bagas.

Dengan tergesa-gesa Bagas membawa Juwita ke rumah sakit. "Tuhan, selamatkan wanitaku. Aku tidak bisa hidup tanpa hembusan napasnya" gumam Bagas.

Beruntung di sekitar angkringan tersebut ada rumah sakit terdekat. Namun, keberuntungan tidak selamanya berbuah manis. Takdir berkata lain, Juwita Ratna Dewi dipanggil ke sisi sang Pencipta malam itu. Dunia Bagas seolah-olah berhenti saat itu juga, perempuan yang Bagas cintai pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Bagas memeluk raga pucat dan ringkih itu untuk yang terakhir kalinya, "Maaf Ta, aku gagal menjagamu" lirih Bagas.

"Excuse me," tegur turis asing yang menyadarkan lamunan Adrean. Sampai hari ini Adrean masih belum bisa melupakan peristiwa itu dan membuatnya tidak bisa mencintai perempuan lain selain Juwita, sore itu di bawah hamparan langit biru disertai deburan ombak Adreanus William Bagaskara berkata, "Juwitaku. Kembalilah, kumohon."

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post