BAB 2 KISAH SI DOYAN MAKAN
BAB 2
Saat Di Perut Mama
Kata mama, saat aku masih di dalam perut mama, nggak tahu kenapa mama makannya banyak sekali. Nafsu makan mama bertambah. Mama maunya makan melulu. Saat lahir, beratku sebesar 3 kilo-an sih. Menurutku sudah gede. Kalau lihat di foto, pipinya tembam. Lucu!
Saat aku di dalam perut mama, capcay cak Dodo yang ada di pengkolan jadi langganan. Mama juga senang banget ngemil nggak berhenti-henti sambil melakukan pekerjaan kantor. Kata mama, perut bawaannya krucuk-krucuk terus.
Mama sering lapar terus. Sampai-sampai, piring yang digunakan buat makan aja belum dicuci, eh perut sudah lapar ingin makan lagi . Setiap pagi rutin, mama sarapan pukul 07.00. Dua jam kemudian, pas jam 09.00 mama sudah lapar lagi. Mama jadi sering panggil petugas kantor yang namanya pak sipon, untuk membeli makanan.
Mama kewalahan saat merasa lapar. Kalau telat makan, aku pasti menendang-nendang perut mama. Biasanya, perut mama langsung mengeras. Mama cerita, sambil mengelus perut ngomong ke aku,”Sudah dong dek, mama lagi repot. Sebentar lagi, ya!”
Untungnya sih, keadaan di kantor mama mendukung aku yang ada di perut mama. Kalau selesai makan siang, selalu aja ada yang bawa rujak dan makanan kecil. Mama senang sekali. Jadi nggak heran kalau berat badan mamaku naik terus.
Pernah, kata mama, berat badanya mencapai 86 kilogram. Jalan mama sampai pelan karena mama sebenarnya tubuhnya mungil. Tinggi badannya saja cuma 148 cm. Mama capek saat harus ngantor. Selain aku yang banyak gerak di dalam perut mama, ruang kerja mama ada di lantai empat. Mama sampai sebentar-sebentar harus berhenti kalau jalan.
Nggak kebayang deh kok mama bisa kuat. Soalnya, aku saat masih SD sering nyusulin ke ruang kerja yang ada di lantai empat. Capek rasanya. Aku sampai ngos-ngosan. Apalagi saat masih ada aku di perut mama, ya.
Nenek sampai takut melihat badan mama yang tambah besar dan tambah berat. Nenek khawatir kalau mama makan terlalu banyak. Dalam sejarah hidup mama, berat badan terberat buat mama adalah saat aku masih di perut mama.
Meski nenek khawatir, untungnya kata dokter semua sehat-sehat saja. Mama nggak masalah karena suka makanan pedes. Padahal kata orang-orang, kalau ada bayi dalam perut suka makan pedes bisa botak kepala bayinya.
Untuk mencegah itu, mama memperhatikan gizi dan protein untuk rambut. Mama senang makan kacang hijau setengah mateng tanpa santan. Terbukti, dari lahir sampai sekarang rambutku jadi banyak.
Setelah aku lahir, seperti bayi kecil lainnya aku minum ASI (air susu ibu). Cuma, saat mulai dikenalkan dengan pengganti ASI, aku yang masih bayi menolak kalau diberikan bubur. Pasti deh, suapannya aku muntahin. Hihihi, kurang mantap mungkin rasanya waktu itu.
Nenek bingung. Supaya aku tetap ada asupan makan, lalu nenek aku menyuapkan nasi. Eh,aku malah doyan. Nggak nolak dan nggak muntah. Aku lebih milih nasi, bukan milih milih bubur. Jadi sejak kecil, aku tuh terbiasa makan nasi. Beda dengan bayi kecil lainnya. Hehehe, aku juga heran.
Soal minum susu, aku juga beda lho! Aku nggak bisa minum susu sapi. Kata mama, aku alergi susu sapi. Sebagai gantinya, aku disarankan dokter minum susu jagung. Harganya lebih mahal karena harus beli di supermarket.
Minum susu jagung ternyata enak. Sampai sekarang aku mama, jagung mengandung karbohidrat. Jadi deh, berat badanku naik dan naik terus.suka. Perut jadi kenyang setelah minum susu jagung. Cocok buat aku. Pantas aja, kalau dipikir-pikir badanku tambah gemuk. Minum susu jagung ternyata gampang menambah berat badanku.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar