Nazwa Arfianti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tahun Baruku

Tahun Baruku

Hari yang sudah kunanti - nantikan, bukan hanya aku tapi juga teman - temanku. Perasaanku campur aduk, antara takut dan senang, tapi apapun hasilnya aku terima karena aku percaya itulah hasil kerja kerasku selama bermalam malam. Aku bangun cukup pagi dan bergegas siap-siap. Ternyata mamaku pergi mengambil raport adikku terlebih dahulu, aku menunggu mamaku cukup lama dengan perasaan gundah. Setibanya mamaku di rumah, kami bergegas pergi ke sekolahku. Benar saja, setibanya di kelas hanya tinggal aku seorang diri. Aku melihat raportku dengan seksama, aku merasa cukup puas dengan hasilnya namun jauh di lubuk hati ku, aku merasa bisa lebih baik lagi.

Usai ambil raport, keluargaku sudah berencana dari jauh hari untuk pulang kampung. Tidak hanya keluargaku, sepupu - sepupuku juga ikut bersamaku. Awalnya kami tidak berencana lama di kampung tapi karena keasikan di kampung, kami menghabiskan waktu seminggu di kampung. Perjalananku ke kampung cukup lancar, walau padatnya kendaraan kami tetap sampai tepat waktu.

Hari pertama di kampung, kami langsung berpergian. Kami pergi ke wisata guci Tegal. Jarak tempuh dari kampungku ke wisata guci Tegal tidak begitu memakan waktu, hanya sekitar 40 menit saja. Di sana, kita dihidangkan dengan pemandangan yang memukan dari atas gunung slamet, kalian juga dapat memilih berbagai wahana di sana, beraneka ragam kolam renang dengan air panas asli dari mata air asli, juga ada spot spot foto dengan pemandangan indahnya. Kami memilih kolam ronang yang ada di paling puncak. Aku tidak begitu ahli dalam berenang, jadi aku lebih banyak menghabiskan waktu di pinggir kolam dengan bersenda gurau bersama sepupu - sepupuku. Tak lupa kami memesan gorengan hangat juga beberapa mie untuk mengisi perut juga sebagai penghangat tubuh. Sudah cukup ke dinginan, aku dan sepupuku bergegas untuk bersalin. Waktu Saat bersalin, kejadian yang tak terduga terjadi, air di ruang bersalin mati, aku dan sepupuku panik karena kami belum selesai. Untungnya ada tanteku yang rela mengangkat air di ember untuk kami berdua. Sebelum pulang, kami menikmati teh sejenak untuk menghangatkan tubuh.

Hari - hari selanjutnya, aku banyak menghabiskan waktu bersama sepupuku, banyak cerita yang kami sampaikan satu sama lain. Suatu saat, karena kami merasa bosan di rumah, kami pergi keluar untuk mencari jajanan jananan kampung. Kami kalap melihat banyak tukang jajan dan akhirnya kami pulang dengan nembawa banyak tentengan.

Sudah cukup lama di kampung, kami memutuskan kembali ke ibu kota. Sebenarnya, aku sudah punya janji dengan teman - temanku. Malam tahun baru, aku rayakan di rumah tanteku, kami sudah merencanakan bakar bakar. Tak hanya kami, tetangga tetangga tanteku juga asik merayakan malam tahun baru dengan bakar bakar, kami saling berbagi satu sama lain. Jujur perutku sudah tidak sanggup lagi. Malamnya, kakak - kakak sepupuku mengajakku untuk melihat kembang api. Beberapa kali aku menolak karena jujur aku takut dengan kembang api tapi pada akhirnya aku tetap ikut. Sampai di tempat yang di tuju, ternyata sudah ramai orang - orang mulai dari anak-anak, remaja, sampai dengan kakek nenek. Saat kembang api mulai dinyalakan, ketakutanku mulai datang, perlahan aku mulai menjauh dari kerumunan orang dan akhirnya aku cukup melihatnya dari jauh.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post