Najwa Nabila firdaus

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
expresi lewat gerakan

expresi lewat gerakan

Buatku, menari itu lebih dari sekadar hobi. Aku mulai suka menari waktu kecil, gara-gara sering lihat kakak-kakak menari di acara sekolah. Dari situ, aku coba ikut-ikutan sendiri di rumah. Awalnya kaku banget, bahkan rasanya lucu kalau ingat gerakan pertama yang aku coba. Tapi lama-lama, aku sadar kalau menari itu bukan soal sempurna atau enggaknya gerakan, tapi soal bagaimana kita bisa menikmati musik dan mengekspresikan diri lewat tarian.

Menari itu rasanya seperti terapi, serius deh. Waktu lagi senang, aku bisa nari dengan energi yang lepas. Kalau lagi sedih atau capek sama rutinitas, nari jadi semacam pelarian yang bikin lega. Kadang, aku cuma pasang musik di kamar, terus gerak sesuai perasaan. Enggak peduli gerakannya bener atau enggak, yang penting emosinya keluar. Setelah itu, rasanya jauh lebih enak, kayak ada beban yang hilang.

Selain bikin hati lebih ringan, menari juga bikin aku ketemu banyak orang baru. Aku sempat gabung sama komunitas tari di kotaku, dan di situ aku belajar banyak. Seru banget bisa nari bareng, latihan, sampai tampil di acara-acara kecil. Selain jadi tambah percaya diri, aku juga dapat teman-teman yang asik, karena kita punya kesamaan: sama-sama cinta nari. Kita saling dukung dan belajar bareng, jadi lebih dari sekadar latihan fisik.

Yang bikin aku makin jatuh cinta sama menari adalah karena aku jadi lebih menghargai budaya. Aku belajar berbagai jenis tarian, mulai dari yang tradisional sampai modern. Dari situ, aku ngerti kalau setiap gerakan punya cerita dan makna. Menari itu enggak cuma soal hiburan, tapi juga cara buat melestarikan budaya dan cerita dari generasi ke generasi. Buatku, menari udah jadi bagian hidup yang enggak tergantikan.

Salah satu momen paling berkesan adalah saat aku tampil di acara besar pertama. Awalnya deg-degan banget, takut salah gerakan atau enggak sinkron sama musik. Tapi begitu musik dimulai, semuanya mengalir begitu saja. Aku menikmati setiap detik di atas panggung. Bahkan, tepuk tangan dari penonton bikin aku makin percaya diri. Sejak itu, aku jadi makin yakin kalau menari adalah sesuatu yang benar-benar aku cintai.

Enggak cuma itu, menari juga bikin aku lebih peduli sama tubuhku. Aku jadi lebih rajin olahraga dan menjaga pola makan supaya tetap fit buat latihan. Ternyata, stamina itu penting banget kalau mau tampil maksimal. Latihan rutin juga bikin aku sadar kalau tubuh kita punya kemampuan luar biasa kalau terus dilatih. Jadi, menari secara enggak langsung ngajarin aku buat hidup lebih sehat.

Buatku, menari juga mengajarkan disiplin. Menghafal gerakan, mengatur waktu latihan, dan kerja sama tim enggak selalu mudah. Kadang ada momen capek atau jenuh, tapi rasa puas setelah berhasil tampil bikin semua usaha itu worth it. Aku belajar buat terus konsisten dan enggak gampang nyerah, karena hasil terbaik cuma datang kalau kita benar-benar usaha.

Akhirnya, aku sadar kalau menari bukan cuma soal gerakan atau penampilan. Menari adalah cara aku mengekspresikan diri, melatih kesabaran, dan merayakan setiap momen dalam hidup. Walaupun mungkin enggak semua orang paham arti pentingnya buatku, tapi aku yakin menari adalah bagian dari siapa aku. Ini bukan cuma hobi, tapi sesuatu yang bikin aku merasa lebih hidup.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post