STOP PERGAULAN BEBAS! FOKUS BERKARYA UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH
STOP PERGAULAN BEBAS!
FOKUS BERKARYA UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH
Istilah yang terdiri dari dua kata yaitu “Pergaulan bebas”, yang dapat aku tangkap dari istilah itu adalah Pergaulan tetapi yang terlampau bebas artinya sudah melewati ambang batas norma atau aturan ketimuran. Mengapa kiblat aku adalah norma “ketimuran” karena kita hidup di Indonesia yang berpatokan pada norma bahkan adat yang biasa kita sebut ketimuran (berada di belahan dunia timur). Aturan dan norma yang kita anut di Indonesia berbeda dengan aturan di Negara-negara Barat. Yang kita sebut hal tabu, mungkin bagi mereka adalah hal biasa bahkan layak, karena adat barat lebih berpatokan pada hal kebebasan. Berbeda dengan kita orang timur, Indonesia khususnya yang lebih mengutamakan aturan yang mengedepankan norma kesopanan dan asusila.
Saat itu, jam menunjukkan 02.00 WIB jam 2 pagi lebih tepatnya masih pagi buta, aku berangkat dari rumah menuju kota Surabaya untuk mengikuti lomba olimpiade Matematika tingkat provinsi Jawa Timur. Waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan kira-kira 4 jam, Sehingga pagi-pagi buta aku yang diantar Mama (sebutan untuk orang tua perempuan) harus berangkat agar tidak terlambat sampai ke lokasi. Di pinggir jalan, aku melihat segerombolan anak remaja yang didominasi laki-laki, artinya ada beberapa diantaranya remaja perempuan yang sedang berkumpul santai. Terlintas satu pertanyaan di pikiran aku saat itu, apa yang mereka kerjakan di pinggir jalan saat pagi buta? Karena aku yang saat itu berusia 10 Tahun tidak mengetahui bahwa jam 2 pagi ada acara di pinggir jalan seperti yang dilakukan remaja tersebut.
Pertanyaan itu memancing aku untuk memulai obrolan dengan mama. Akhirnya terucap dari mulut aku “Mama mereka lagi ngapain?”. Diawali dengan senyuman, mama menjawab “mereka lagi nongkrong, suatu saat kalo kakak sudah remaja jangan ditiru ya”. Dari jawaban mama, yang dapat aku petik adalah hal yang mereka lakukan adalah tidak baik karena tidak untuk ditiru. Pendapat aku pun muncul, kelompok remaja tersebut sebaiknya tidak nongkrong di jam yang tidak selayaknya apalagi mereka berkumpul dengan berbeda muhrim. Hal ini sangat tidak layak karena berbenturan dengan aturan atau norma susila dan agama. Jika aku melihatnya, mereka sepertinya masih usia pelajar jadi alangkah baiknya mereka bertanggung jawab sebagai layaknya pelajar bukan menghancurkan masa depan dengan hal yang tidak berguna.
Di saat yang lain lebih tepatnya jam 23.00 WIB (jam sebelas malam) aku pulang les matematika, memang agak larut tapi itulah aktivitas yang selalu aku lakukan. Aku melihat di ujung poros jalan nampak sederetan remaja lengkap dengan motor yang berbunyi nyaring. Kata mama, mereka sedang bersiap untuk balapan liar. Kesekian kalinya mama pun berpesan “jangan ditiru ya kak!”. Aku menatap aneh pada gerombolan remaja tadi dan terlintas di pikiran aku, mereka sedang merugi karena perbuatan yang mereka lakukan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain jika terjadi kecelakaan.
Pergaulan memang dibutuhkan dalam hidup kita, karena manusia terlahir selain sebagai individu juga sebagai makhluk sosial. Dalam hidup kita memang membutuhkan orang lain untuk saling melengkapi. Namun jika “pergaulan” yang dilakukan dengan “bebas” tanpa memperhatikan norma yang berlaku maka pergaulan tersebut menjadi merugikan bagi diri sendiri bahkan orang lain. Perbuatan yang merugikan tersebut lebih baik jangan dilakukan apalagi dengan alasan hanya untuk senang-senang saja atau kata gaulnya happy-happy.
Pergaulan bebas tentu saja dapat merusak masa depan karena lebih mengarah pada perbuatan negatif. Perbuatan yang tidak berguna dan menghabiskan waktu dengan percuma. Semua hal itu harus dihindari. Lebih baik fokus pada hal yang lebih positif dan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Aku yang saat ini sebagai pelajar Sekolah Dasar kelas V lebih memilih untuk belajar sebagai usaha untuk menata masa depan yang cerah. Tak lupa juga berdoa dan beribadah karena apa pun yang kita usahakan dan kerjakan akan lancar dan terwujud dengan kuasa Tuhan. Jadi “STOP PERGAULAN BEBAS” mari kita fokus pada masa depan yang cerah. Hal yang harus diingat adalah pergunakan waktu sebaik mungkin untuk hal yang positif agar kita tidak merugi dan menyesal di kemudian hari. Masa depan kita ada di genggaman kita sendiri, jangan sampai terlepas dengan perbuatan negatif karena sesungguhnya kita lah yang akan rugi dan menyesal. Pergunakan waktu sebaik mungkin karena salah satu yang tidak akan dapat diulang adalah waktu.
Identitas Diri:
Perkenalkan aku Moh. Haikal Zharif Hakim, biasa dipanggil Haikal namun terkadang mama lebih suka memanggilku Mohammad. Aku berusia 11 tahun. Duduk di bangku Sekolah Dasar kelas V. Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Aku tinggal di Perumahan Samatan Asri Blok A13/30 Pamekasan Jawa Timur. Nomor HP 082332190647 ini adalah nomor mama karena aku belum diizinkan untuk memiliki HP pribadi. Hobi aku adalah menulis karena menurut aku kegiatan menulis seperti curhat tetapi bermanfaat. Mata pelajaran di sekolah yang aku sukai adalah matematika karena belajar matematika asik dan menantang adrenalin untuk terus belajar dan mencari solusi soal.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar