Mencicipi Manisnya Usaha Sendiri
Saat bulan puasa, banyak sekali orang yang mencari kue untuk dihidangkan saat lebaran. Karena pastinya orang-orang membeli kue itu untuk lebaran. Di setiap rumah pasti ada kue saat lebaran, seperti kue nastar. Kue nastar sangat diminati oleh banyak orang karena rasanya yang enak.
Banyak sekali orang yang menyukai kue nastar. Kue nastar adalah kue berbentuk bulat yang di dalamnya terdapat isian selai nanas. Rasanya yang manis dan gurih membuat para penikmatnya merasa ketagihan untuk mencoba dan menikmati kue itu terus-menerus.
Aku termasuk orang yang menyukai kue nastar. Kue ini adalah kue yang paling kucari saat lebaran. Menurutku, di antara banyaknya kue yang dihidangkan di rumah, kue nastar yang paling enak dan kusukai. Aku pernah membeli kue nastar di toko online, tetapi aku khawatir kue itu akan hancur saat sampai ke rumahku. Namun, karena penasaran, akhirnya aku tetap membelinya.
Hal buruk yang kutakutkan pun terjadi. Kue nastarnya sudah hancur saat sampai di rumahku. Rasanya juga kurang pas di lidahku. Terlintas di kepalaku untuk mencoba membuat sendiri kue itu. Aku mulai mencari referensi dari YouTube. Aku juga mempelajari cara memasaknya serta alat dan bahan yang diperlukan.
Karena rasa penasaran itu, aku mencatat semua alat dan bahan yang dibutuhkan. Aku ingin membuatnya sendiri di rumah, karena bahan-bahannya mudah didapatkan dan anggaran yang di perlukan itu tidak terlalu banyak. Aku pun mulai mencari semua bahan di pasar bersama ayahku
Setelah semua bahan sudah terkumpul, aku mulai menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan. Aku sangat tidak sabar untuk membuatnya. Saat semua sudah siap, aku mulai membuat kue nastar dari siang hingga malam hari. Rasanya melelahkan, tetapi aku puas karena kue ini aku buat sendiri.
Rasa lelahku terbayarkan ketika melihat hasilnya. Kue yang kubuat sesuai dengan harapanku, baik dari segi rasa maupun bentuknya yang bagus. Ayahku juga mencicipi kue buatanku dan dia menyukainya. Dia bahkan mulai bercerita kepada teman-temannya tentang kue nastar yang kubuat.
Beberapa hari kemudian, banyak teman ayahku yang memesan kue nastar. Aku sangat terharu karena ternyata hobiku bisa menghasilkan uang. Aku pun mulai membuat lebih banyak kue untuk menyelesaikan pesanan mereka. Dari situ, aku mulai mendapatkan penghasilan dari hasil jualanku. Aku sangat senang memiliki keahlian baru yang juga menghasilkan.
Sampai sekarang, aku masih sering membuat kue nastar, terutama saat bulan puasa. Membuat kue kini menjadi hobiku, dan aku menikmati setiap prosesnya. Para pembeli kueku selalu puas dengan rasa dan kualitasnya. Aku juga terus bersyukur karena hobiku kini menjadi sumber penghasilan tambahan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar