Lidesty Aprillia Az-Zahra

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mempelajari Teks Ekplanasi dengan Menulis Pidato

Mempelajari Teks Ekplanasi dengan Menulis Pidato

Hari Senin, 20 Januari 2025 saya belajar Bahasa Indonesia tentang teks eksplanasi, Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya sesuatu untuk memberi pemahaman kepada pembacanya. Saya telah mempelajari teks eksplanasi dengan menulis pidato. Saya mencari pidato dari YouTube lalu menulisnya, berikut adalah link YouTube yang saya tonton dan hasil tulisan nya:

https://youtu.be/5dZC2l0RPN8?si=eEVTY3zRCsAhyM5h

Naskah Pidato Bung Tomo:

Bismillahirrohmanirrohim..

MERDEKA!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia

terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya

kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini

tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet

yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua

kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang

mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan

mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu

dengan membawa bendera puitih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara

di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan

bahwa rakyat Indonesia di Surabaya

pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku

pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi

pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali

pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan

pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera

pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di surabaya ini

di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing

dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di

kampung-kampung

telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol

telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana

hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara dengan mendatangkan presiden dan pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini

maka kita ini tunduk utuk memberhentikan pentempuran

tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri

dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya

Saudara-saudara kita semuanya

kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini

akan menerima tantangan tentara inggris itu

dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya

ingin mendengarkan jawaban rakyat Indoneisa

ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di

Surabaya ini

dengarkanlah ini tentara inggris

ini jawaban kita

ini jawaban rakyat Surabaya

ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian

hai tentara inggris

kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu

kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu

kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari

tentara jepang untuk diserahkan kepadamu

tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan

mengancam kita

untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada

tetapi inilah jawaban kita:

selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah

yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih

maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada

siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!

tetapi saya peringatkan sekali lagi

jangan mulai menembak

baru kalau kita ditembak

maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa

kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka

Dan untuk kita saudara-saudara

lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka

semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara

pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita

sebab Allah selalu berada di pihak yang benar

percayalah saudara-saudara

Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! MERDEKA!!!

Kesimpulan Lembar Pengamatan:

Pidato Bung Tomo pada 10 November 1945 menyerukan semangat perjuangan, keberanian, dan persatuan rakyat Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman kembalinya penjajahan oleh Sekutu dan NICA. Ultimatum Sekutu yang memerintahkan rakyat menyerahkan senjata memicu kemarahan, karena dianggap mengancam kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Penolakan ultimatum ini memicu Pertempuran 10 November 1945, di mana ribuan pejuang gugur, tetapi perjuangan mereka membangkitkan nasionalisme di seluruh negeri. Peristiwa heroik ini diperingati sebagai Hari Pahlawan, dan pidato Bung Tomo menjadi simbol keberanian untuk melawan penjajahan hingga akhir.

Teks diatas adalah pidato yang saya tulis dan pelajari, terimakasih telah membaca.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post