Terimakasih Ibu
Terimakasih Ibu
Ibu merupakan mahluk ciptaan allah yang paling istimewa, karena tanpa seorang ibu, kita tidak akan pernah ada di dunia ini, sehingga karena sangat begitu besaranya jasa dan sangat begitu istimewanya seorang ibu.
Baginda Rasullullah sendiri bersabda.
“Al Jannatu tahta aqdamil ummahat”
Artinya: “Surga terletak dibawah telapak kaki ibu.”
Sabda Rasullullah itu benar adanya, mengingat bagaimana perjuangan seorang ibu. Untuk melahirkan, merawat dan mendidik kita di dunia. Ibu mengandung putra putrinya selama Sembilan bulan lebih. Ibu merawat dan melindungi puta putrinya semenjak masih di dalam kandungan. Dengan penuh kasih sayang dan hati hati. Hingga sampai saatnya waktu untuk melahirkan. Dengan bertaruh nyawa seorang ibu melahirkan putra putrinya ke dunia, setelah itu merawat dan mendidik putra putrinya hingga dewasa. Dan dari setiap putra putrinya pasti mempunyai kisah atau kenangan tersendiri yang tidak terlupakan. Baik itu kenangan sedih, bahagia, atau yang berkesan. Begitu pula denga saya yang mempunyai kenangan tersendiri dengan ibu saya.
Saya dilahirkan dari keluarga biasa dan dari kedua orang tua yang sederhana, dari sosok seorang ibu yang tidak berpendidikan tinggi tapi seorang ibu yang sederhana, bijaksana, dan selalu mengutamakan kejujuran, Saya 2 bersaudara dengan kakak saya, ibu tidak pernah membeda bedakan kasih sayang diantara kami putra putrinya.
Sejak kecil ibu mengasuh, merawat, dan, mendidik kami dengan penuh kesabaran, kami diajarkan untuk saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara, membantu dan berbagi masalah setiap ada kesulitan. Ibu yang mengajarkan kami cara berjalan dan cara berbicara untuk pertama kali kepada kami putra putrinya.
Pada waktu usia 4 tahun, saya mulai masuk pendidikan taman kanak kanak. Ibu mulai mengajarkan kepada saya cara memakai pakaian dan sepatu yang benar. Itulah untuk pertama kalinya saya harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah atau tempat umum dengan segala tata tertib dan peraturan, untuk pertama kalinya. ibu selalu mengantar jemput dan mendampingi saya pergi kesekolah dan juga selalu membantu mencoba menerangkan pelajaran setiap ada kesulitan dalam belajar yang saya tidak tahu, selalu menemani dan bercerita disaat saya menjelang tidur, menghibur dan menenagkan disaat saya bersedih dan menangis.
Hingga waktunya saya memasuki usia pendidikan sekolah dasar. Ibu mengajarkan saya untuk bisa belajar mandiri dari bangun pagi sampai menyiapkan peralatan sekolah sendiri, walaupun masih dibantu oleh ibu, dan mengingatkan untuk disiplin dalam beribadah, seiring dengan waktu ibu mengajarkan cara menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, cara mencuci dan menyetrika pakaian yang benar. Ibu juga mulai mengajarkan cara memasak dan membuat kue cemilan untuk kami sekeluarga.
Sampai waktunya saya memasuki sekolah lanjutan menegah pertama. Di mana sekolah saya jauh dari rumah, jadi harus lebih disiplin setiap paginya dan ibu selalu mengingatkan setiap harinya.
Ibu juga menasehati bagaimana cara berteman yang baik dan memberi contoh hal hal yang baik untuk masa depan. Saya juga diajarkan oleh ibu untuk bisa bersikap tepo seliro atau tenggang rasa, seperti contoh dimasa masa sulit seperti pandemi kemarin,saya diajarkan untuk bisa berbagi dan menolong teman yang dalam kesusahan sesuai dengan kemampuan,dan menengok teman yang sakit.
Saya selalu di ingatkan untuk selalu bersyukur kepada Alloh apapun keadaan dan kondisi kita, dan untuk selalu bisa menghargai setiap perbedaan yang ada, karena dengan tepo seliro diharapkan bisa menjaga kerukunan dan kedamaian dalam berteman maupun bermasyarakat. Dan biasakan mengucapkan kata “maaf” setiap ada suatu kesalahan dan mengucapkan kata “terimakasih’’ untuk membalas setiap kebaikan orang lain yang diberikan kepada kita.
Saya selalu berdoa semoga ibu diberi umur panjang dan selalu diberi kesehatan dan keselamatan sampai hari tua, Karena saya akan selalu merindukan doa terbaik ibu untuk mengiringi setiap langkah kaki saya dalam menjalani kehidupan, sampai saya nanti dewasa dan berkeluarga.
“allaahummagfirlii dzunuubi wali waalidayya warhamhumaa kamma robbayaani shoghiiro’’
Artinya : “Ya aAlloh, berikanlah ampunan kepada saya atas dosa dosa saya dan dosa dosa kedua orangtua saya dan kasihanilah kedua orangtua saya sebagaimana beliau merawat saya ketika saya masih kecil’’.
Saya menyadari setiap kehidupan tidak ada yang sempurna tapi saya bahagia mempunyai keluarga yang selalu mencintai,mengasihi dan menyayangi saya sepenuh hati,terutama ibu saya yang selalu ada untuk saya dalam keadaan sedih maupun senang.
Terimakasih ibu.
Mom, you are an angel in my life,I love you mom.
Biodata
Karina Azzahra Nur Khasanah, Lahir di Kabupaten Temanggung pada tanggal 22 April 2009. Saat ini masih Sekolah di : SMP Negeri 2 Bejen Temanggung yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Ngaliyan.
Penulis masih tinggal bersama kedua orang tua di Desa Petung, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung. Untuk korespondensi, penulis menggunakan email di [email protected] dan Nomor Telepon: 085726156091

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
i like your story, semangatt!
Terimakasih,
Terimakasih,
Keren
Terimakasih