Proses Terjadinya Pelangi
Pernyataan Umum: Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi yang terjadi ketika sinar matahari berinteraksi dengan tetesan air di atmosfer, menghasilkan spektrum cahaya yang tampak di langit dalam bentuk lengkungan warna-warni.
Urutan Sebab Akibat: Proses terbentuknya pelangi dimulai ketika sinar matahari memasuki tetesan air di udara. Saat memasuki tetesan air, cahaya tersebut mengalami pembiasaan, yaitu perubahan arah karena perbedaan medium, setelah itu, cahaya dipantulkan di dalam tetesan air dan kemudian mengalami pembiasaan kedua saat keluar dari tetesan tersebut. Proses pembiasaan dan pantulan ini memecah cahaya putih matahari menjadi, ya itu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Interpretasi: Pelangi biasanya terlihat setelah hujan dengan kondisi matahari bersinar. Fenomena ini mengingatkan kita akan keindahan alam dan proses ilmiah yang terjadi di sekitar kita.
#JENIS TEKS EKSPLANASI
Teks eksplanasi sequential
#CIRI-CIRI TEKS EKSPLANASI
- Bersifat faktual dan ilmiah (menjelaskan fenomena alam berdasarkan fakta dan ilmu pengetahuan).
- Menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa (menguraikan bagaimana cahaya matahari membentuk Pelangi).
- Struktur teks jelas (terdiri dari pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi).
- Menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami (tidak menggunakan istilah yang terlalu teknis, sehingga bisa dimengerti oleh pembaca umum.
#KAIDAH KEBAHASAAN
- Menggunakan konjungsi kausal dan temporal. Contoh: ketika, setelah itu, kemudian, sehingga, yaitu.
- Menggunakan istilah ilmiah. Contoh: fenomena optik, pembiasaan, pantulan, spektrum cahaya.
- Menggunakan kalimat pasif. Contoh: cahaya dipantulkan di dalam tetesan air.
- Menggunakan kata kerja material dan relasional.
1. Kata kerja material (menunjukkan proses fisik): memasuki, mengalami, dipantulkan, membentuk.
2. Kata kerja relasional (menghubungkan subjek dengan sifat atau keadaan): adalah, merupakan.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar