Cermin Ajaib
“Wahai cermin ajaib, siapakah yang paling cantik di muka bumi ini?”
Cermin itu tak ada gerakan, hanyalah pantulan diri putri dengan gayanya yang elok.
Pantulan putri dalam cermin tampak bergerak tak sama seperti putri yang asli, tak kalah angkuhnya menjawab, “Aku.”
Aku tidak tahu secara detail cerita dongeng tersebut. Tapi selama ini, ingatanku tentang cerita dongeng adalah cerita cermin ajaib. Entah sedang apa aku kecil ketika merekam memori tersebut.
Tapi sekarang aku berpikir, cerita dongeng tersebut mirip denganku. Bukan aku yang suka bercermin, tapi tingkah laku mereka. Sang Putri dan Cermin.
Orang-orang terdekatku pasti tahu, mengenal siapa aku, dan bagaimana aku. Mereka terkadang sulit mendeskripsikan seseorang freak nun cheesy seperti aku. Terlihat pendiam padahal tidak. Orangnya suka ngomong, suka ngomong sayang-sayang-an, gombal, tapi sama diri sendiri. I love myself.
Baik, baik. Akan kuceritakan hobi ‘ngomong sendiri’ ku ini. Ku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Penulis yang sudah capek-capek menulis ceritaku ini di waktu sibuknya. Penulis yang sok sibuk.
Aku suka ngomong sendiri. Maksudku, benar-benar ngobrol sendiri. Tapi, hobi ini tidak akan muncul ketika sedang banyak orang, dan hanya datang ketika sedang sendiri. Seperti ketika sedang jalan kaki, naik kendaraan—entah itu motor ataupun sepeda ketika sendiri.
“Aduh, demi tuhan, capek banget jalan.”
“Padahal cuman ke warung doang, makanya olahraga.”
“Yeu, olahraga matamu. Hari-hari juga udah olahraga kali.”
“Olahraga otak gak diitung.”
“Eh, tapi enak juga jalan kaki, langitnya lagi bagus.”
“Iya, apalagi jalannya bareng kamu, makin cakep aja suasananya, eaakk.”
“Eaaak.” Obrolan kami selalu berakhir dengan gombalan. Tidak tahu gombalan itu ditunjukkan kepada siapa, karena yang ngomong sama. Temanku ketika mendengar ceritaku hanya bergidik geli.
“Gue ngerti kenapa lu kelamaan jomblo,” begitu katanya. Dan aku pun menjawab, “Love me too.”
Teman-temanku pun sudah tak asing lagi ketika mereka memberiku tumpangan motor, ataupun ketika aku yang mengendarai motor. Sering kali mereka salah mengira kalau aku mengajak ngobrol mereka saking gede nya suaraku ketika ngobrol sendiri.
“Ngomong sama siapa sih?”
“Sama angin yang berhembus, sama siapa aja boleh kek, iya gak?” Kemudian aku menjawab lagi.
“Yoi.”
“Eh, gue boleh diturunin di pinggir jalan, gak? Capek jadi nyamuk.”
“Kenapa jadi nyamuk?” tanyaku.
“Karena elu ngobrol sama.. ah, udahlah. Skip.” Kemudian aku pun hanya bisa tertawa canggung.
Dari kebiasaan ‘ngomong sendiri’ aku yang udah kelewat jones ini, terkadang juga dipakai diwaktu yang tidak tepat, atau tidak cocok.
Namanya juga manusia dan juga makhluk hidup, membutuhkan membuat hajat. Aihh, si Penulis terlalu kaku, gak terlalu bisa pake kata yang lebih santai seperti; ee, beol, tai, kencing, kentut, pipis.
Ceritanya, sedang berusaha untuk mengeluarkan segala sesuatu yang harus dikeluarkan, seperti—teman yang suka nge-ghosting, hubungan HTS, beban keluarga, dan juga beban hidup. Dan tak jarang kebiasaan itu muncul.
“Aiih, sumpah sakit banget, ini gara-gara ayam geprek apa pengen beol doang ya?”
“Kayaknya dua-duanya, sih.”
“Aduhh, sakit perut, pengen beol.”
“Ini lagi beol.”
“Iya, aku juga tahu.” Terpantau si Penulis sedang tertawa-tawa ketika menulis ceritaku. Tertawa di atas penderitaan orang lain.
Kira-kira begitulah hobi anehku yang sudah jadi kebiasaan—aneh juga. Banyak cerita tentang kebiasaan aneh ini di antara aku dan teman-temanku, dan juga menjadi keunikan tersendiri yang terukir di dalam seorang aku. Memang, terkadang suka malu dan menganggapnya seperti,
“Ngomong sama siapa sih, aneh banget jadi orang.” Tapi semakin ke sini jadi makin-makin, karena I can’t live without you. Eaak.
“Eaakk, bisa aja, aku.”
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Unique