Being A Human (16)
Chapter 16
Satu jam kemudian, banyak teman-teman satu angkatan yang datang. Kebanyakan panitia penyelenggara yang datang dululan. Mereka langsung membantuku membereskan segala barang-barang untuk barbeque dan sebagainya. Banyak juga yang menyumbangkan daging dan makanan lainnya.
Tempat barbeque dipisah untuk setiap fakultas. Dan acaranya kebanyakan hanya bercengkrama dan beberaa perlombaan kecil-kecilan antar fakultas, lalu untuk di malam hari ada api unggun dan penampilan musik dari klub kampus. Banyak juga yang menjadikan acara itu sebagai ajang perjodohan. Salah satu temanku yang handal sebagai informan sudah melaporkan beberapa kali yang memulai hubungan pada saat acara berlangsung. Dan salah satu temanku yang selalu diejek dengan teman satu kelasnya akhirnya jadian juga.
“Kau gimana Hikaru? Sudah ada yang menembakmu sejak acara dimulai?” tanya salah satu temanku. Aku hanya tertawa kecil, enggan menjawab.
“Oh, sudah ya? Siapa-siapa?” Dia mengalungkan lengannya pada leherku.
“Ck, siapa kek menurutmu,” kataku ketus.
“dih, kok gitu? Jangan-jangan kau tolak ya? Hikaru, wajahmu itu lumayan, dan punya banyak teman, gampang bersosialisasi. Masa gak ada yang mau denganmu?”
“Gak kutolak kok,” jawabku..
“Kau terima?”
“Gak juga.”
“apa-apaan kau itu, terus saat ditembak kau jawab apa?”
“aku senyum. Terus bilang, ‘terima kasih untuk perasaanmu padaku’, terus aku kasih cola,” jawabku sambil makan daging.
“Bekas kau minum?”
“Ya tidak lah, baka. Aku baru aja ngambil yang baru.”
“Udah gitu doang?” tanyanya. Aku mengangguk.
“Hah? Kau itu- gimana sih? Aku tidak mengerti dengan apa yang di kepalamu itu,” ejeknya.
“Lah memangnya harus gimana?” tanyaku. Temanku menghela nafas, lalu menepuk-nepuk pundakku.
“Pikirlah apa yang salah denganmu itu sendiri.” aku mngerutkan dahiku sambil menatapnya berlalu.
Setelah makananku habis, aku langsung menuju ke kamar penginapan Hayakawa. Sejak acaara dimulai ia hanya mendekap di kamar. Aku mengetuk pintu kamar dan langsung membukanya. Terlihat Hayakawa yang hanya menatap langit-langit kamar sambil tiduran dia benar-benar tidak ngapa-ngapain.
“dari tadi kau kayak gitu? Keluar kek, liat-liat sekitar kek. Ada danah tidak jauh dari sini,” kataku.
“Gak. Di luar ramai. Dari tadi aku mendengar banyak sekali obrolan dari sini. dari depan pintu, dari balkon, dan dari kamar atasku. Naa Kawamura, sepertinya penghuni kamar atas sedang melakukan hal yang aneh-aneh. Kau tidak mengeceknya?”
“Ga usah, biarin aja. Banyak kok yang kayak gitu,” jawabku.
“Kau kan panitianya. Kalau misalnya mereka ternyata memang melakukan hal-hal aneh gimana? Kalau misalnya mereka sedang pake drugs gimana? Tau habis ini akan terdengar suara tembakan gimana?”
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar