Being A Human (12)
Chapter 12
Di masa kini. Seluruh mahasiswa akhir menunggu giliran mempresentasikan tugas akhir mereka di depan para dosen. Seminggu sebelum orang pertama dipanggil, hampir semua mahasiswa menginap di Lab untuk menuntaskan segala macam revisi dan hal-hal lainnya. Itu juga termasuk denganku dan Hayakawa. Aku hampir begadang setiap hari, begitu pula dengan Hayakawa.
“Aaah! Aku ingin pulang, mandi lalu tidur~!”
“Ganbare yo, revisimu banyak soalnya,” kata Hayakawa.
“Cih, dasar, memangnya revisi mu yang kemarin sudah selesai?”
“kemarin? Itu revisi sudah sebulan yang lalu.” Hayakawa Memakan kacang goreng dengan santainya.
“Ah, gitu ya. Hm. Wakatta. Jadi kau seminggu ini hanya ikut-ikutan nginap di lab doang? Gitu? Ahh~ aku tau, kau cuman mau nyba gimana rasanya menginap di lab kan?” kataku dengan jengkel.
“Tidak juga, koneksi internet di lab lebih kenceng daripada di rumah, sesekali bermain catur online, memeriksa skripsiku, terus..”
“Ya ya ya. Kenapa aku bisa betah tinggal dengannya sejak awal ya?” kataku, bertanya kepada diri sendiri
“Entah, kau kan yang pertama kali memintanya,” jawab Hayakawa. Aku menggeram kesal. Meskipun aku tidak melihat wajahnya tapi wajahnya terlihat senang melihatku menderita, sorot matanya tidak kosong lagi. Setelah empat tahun akhirnya Hayakawa menunjukan perubahan sedikit.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar