Fatimah Aida

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Duduk Di Jendela, Dan Melihat Dunia. Bab 2 ( Pencuri) Bag 2

Aku menemukan jejak sepatu atau sandal, belum ku teliti lebih lanjut. Aku berlari menuju panti asuhan untuk memanggil Aisha, kenapa aku memanggil Aisha? Karena saat aku melihat 3 orang mecurigakan itu, aku bersama Aisha, malah Aisha yang pertama kali melihatnya.

“Aisha! A...ayo i...kut... dengan...ku... hah hah” aku menjelaskan dengan nafas terengah engah, Aisha menoleh, bingung, aku tak menunggu jawaban Aisha langsung menarik tangan sahabatku itu dan berlari menuju tempat yang ku maksud. “Permisi...” aku berjalan memasuki rumah Bu Ina sembari menyibak gerombolan orang yang ‘ingin tahu’ apa yang terjadi didalam rumah Bu Ina.

“Noora, apa maksudmu? Dari tadi aku tanya tahu!” Aisha berseru sebal, aku menjelaskan maksud semua itu, semua jadi jelas dan tidak ada yang membingungkan. Aisha mengamati TKP, memerhatikan dengan sangat teliti, tidak boleh ada yang terlewat!

“Begini,” tiba tiba Aisha bersuara “ pelaku menggunakan trik paling rumit, pelaku memecahkan kaca dengan batu. Tetapi sebelum pelaku melempar batu untuk memecahkan kaca, pelaku memukul kaca dengan batu secara perlahan dan memakan waktu lama sehingga kaca menjadi retak dan ketika di lempar batu suaranya tidak terlalu keras”

Masuk akal, aku mendengarkan seraya mengangguk angguk. “Penjahat selalu kembali ketempat kejadian, nanti malam kita pulang saja seperti biasa seakan tidak menemukan petunjuk sama sekali.” Aisha segera menyusun rencana, beberapa orang tidak percaya dengan Aisha. “Mana mau kami mengikuti permainan anak polos seperti ia?” begitu kata mereka. Tetapi akhirnya usulan Aisha di terima.

“Bagaimana kamu memecahkan misteri ini? Kamu juga tahu trik trik penjahat,” aku bertanya kepada Aisha. “Dulu, aku masuk klub detektif cilik di sekolah, sebelum aku masuk ke panti ini,” jelasnya, aku mengangguk angguk paham.

Malam tiba... kami segera melakukan rencana yang sudah dirancang siang ini, hanya petugas polisi, beberapa penduduk kampung, keluarga Bu Ina, dan juga aku dan Aisha yang mengetahui rencana ini. Banyak penduduk kampung yang tidak tahu. Karena ini misi rahasia.

Aku dan Aisha mengamati rumah Bu Ina dari jauh, petugas polisi dan beberapa bapak bapak bersembunyi di dekat rumah Bu Ina secara berjarak. Aku dan Aisha di izinkan Bunda untuk ikut menyaksikan karena kami adalah saksi dan petugas polisi juga bekerja sama dengan kami.

Kami saling berkomunikasi dengan hoki toki. Tepat pukul 2 malam, langkah kaki seseorang terdengar. Kami semua segera memasang posisi siap, benar saja! 3 orang yang kemarin ku lihat bersama Aisha. Mereka mengendap endap masuk melewati jendela, dan trik mereka sama dengan tebakan Aisha.

Sepertinya Aisha sudah terlatih untuk memecahkan misteri sulit seperti ini, (mungkin baginya mudah). Setelah para pencuri itu sudah beraksi dan tidak memerhatikan sekitar, kami segera saling memeberi kode. “DOR! Angkat tangan!” polisi menembakkan tembakan angin ke atas yang membuat pencuri itu kaget dan melakukan apa yang diperintah polisi.

Setelah berhasil memojokkan para pencuri itu, kami semua agak lengah. Dan pencuri itu mengambil kesempatan untuk kabur, situasi menjadi sulit. Ketika para pencuri itu melewati kami, Aisha menendang bola yang ada di dekatnya dan mengenai 3 sekaligus pencuri itu. Mereka jatuh karena tendangan Aisha. Aku melongo, baru tahu Aisha bisa bermain bola.

“Keren! Bagaimana bisa kamu bermain bola? Bukankan kamu masuk klup detektif? Bukan bola?” aku bertanya, “aku juga suka bermain bola, jadi aku masuk klub bola juga” jawabnya. Aku mengangguk paham. Akhirnya para pencuri itu dibawa ke penjara.

Aku tak akan bisa melupakan malam ini! Malam special.

Tamat

Hai semuaa! kangen ngga sama cerpen Duduk Di Jendela, Dan Melihat Dunia? kalo ngga yaudah.

wkwk.

makasih ya buat kalian yang udah baca cerpenku, makasih banyak ya!

Nah, aku mau ada open follow back! buat komen pertama dan kedua!

Bye!

Salam: Fatimah Aida

Assalamualaikum!

maaf kalo ada typo. :P

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Byagussss

13 Jan
Balas

Makasiih caesa

15 Jan

keren....., : )

29 Dec
Balas

Makasih :)

29 Dec



search

New Post