Faiha Aqharid Bellatrix

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Teks Pidato Gus Dur pada tanggal 20 Oktober 1999

Teks Pidato Gus Dur pada tanggal 20 Oktober 1999

Pada tanggal 20 Januari 2025, saya mempelajari mengenai teks eksplanasi dalam bentuk pidato. Lalu untuk memahaminya lebih dalam, saya mencarinya melalui YouTube dan menuliskannya kembali di buku tulis. Berikut adalah teks pidato yang saya pelajari.

'Pidato Gus Dur dalam Rangka Pelantikannya sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 1999'

“Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrohmannirrohim Wal Hamdulillahi Robbil Alamin Wabihi Wanastainu Ala Umurriddunya Waddin Was Sholatu Wassalamu Ala Ashrofil Anbiyai Wal Mursalin Sayyidina Wa Habibina Wa Syafi’ina Wa Maulana Muhammadin Shollalohu Alaihi Wassalama Wa Ala Alihi Washohbihi Ajmain.

Saudara Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Para Wakil Ketua, Para Undangan terutama Mantan Presiden B.J. Habibie dan Ibu, Para Duta Besar dan Kepala Perwakilan Negara-negara Sahabat, Sidang Majelis yang saya muliakan.

Alhamdulillah, pada malam ini telah berlangsung pengambilan sumpah jabatan oleh saya selaku Presiden Republik Indonesia untuk masa jabatan 1999 hingga 2004. Ini adalah kehormatan yang diberikan kepada saya oleh Majelis dan sekaligus beban yang sangat berat. Tugas ini hanya mungkin terlaksana karena adanya dukungan dari istri saya, keluarga, serta didahului oleh langkah-langkah yang telah diambil oleh Bapak mantan Presiden B.J. Habibie dan keluarganya.

Yang terbentang di hadapan kita adalah tugas maha berat. Sidang Majelis dituntut, melalui Presiden di bawah bimbingan Pimpinannya, untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita sanggup melaksanakan kerja berat demi membawa kehidupan bangsa dan negara ini menuju kemajuan dalam ribuan tahun ke depan.

Karena itu, tugas ini tidaklah mudah, apalagi di tengah persaingan ketat dengan negara-negara lain. Kita telah berketetapan hati untuk tetap berada dalam lingkup perdagangan internasional yang bebas, menggunakan prinsip-prinsip efisiensi, dan memanfaatkan akal serta budi daya yang kita miliki. Semua ini bertujuan untuk mematangkan kehidupan bersama dan meningkatkan pendapatan rakyat kita.

Tugas ini merupakan amanah yang sangat besar, karena mengandung implikasi bahwa kita semua, termasuk Sidang Majelis, memberikan tanggung jawab kepada saya untuk menegakkan keadilan dan mendatangkan kemakmuran bagi sebanyak mungkin masyarakat Indonesia. Kita juga harus mempertahankan keutuhan negara di tengah pandangan negara-negara lain yang terkadang meremehkan perasaan dan harga diri kita.

Karena itu, Saudara Ketua, melalui forum ini saya menyampaikan kesanggupan untuk melaksanakan tugas ini. Namun, perlu diingat sabda Rasulullah SAW: Al-Insan Ahallu Khoto Wa Nisyan (Manusia adalah tempatnya keluputan dan kelupaan). Oleh karena itu, saya memohon bimbingan dari Sidang Majelis dan seluruh rakyat dalam menjalankan amanah selama lima tahun mendatang.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.”

K.H. Abdurrahman Wahid

Presiden RI

Setelah saya mencari tahu teks eksplanasi dalam bentuk pidato, keesokan harinya pada tanggal 21 Januari 2025 saya membuat lembar pengamatan dari pidato tersebut. Hikmah yang dapat saya ambil dari pidato tersebut adalah kita harus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga persatuan dan kesejahteraan bangsa dengan bersikap bijaksana, efisien, dan aktif berkontribusi dalam memajukan negara.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post