Aretha Hasna Dzakiya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pidato Prof. Dr. Ing BJ. Habibie Saatnya Jadi Renungan, 8 Januari 2019

Pidato Prof. Dr. Ing BJ. Habibie Saatnya Jadi Renungan, 8 Januari 2019

Halo!

Hari ini saya diberikan tugas, untuk mencari dan menulis pidato tokoh nasional. Pidato yang aku pilih adalah pidato Alm. Prof. BJ Habibie tentang kisah hidupnya dengan topik " Saatnya Jadi Renungan" . Dari pidato ini, aku belajar teks eksplanasi. Teks Eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan mengenai suatu fenomena atau peristiwa, baik fenomena alam maupun fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat untuk kalian para pembaca!

Berikut adalah teks pidatonya:

Pidato Tokoh

Pidato Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie pada tanggal 8 Januari 2019

Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat.

Kalau saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu agama. Sepi penghuni... Istri sudah meninggal. Tangan menggigil karena lemah... Penyakit menggerogoti sejak lama...

Duduk tidak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama seorang pembantu. Tiga anak sukses. Semuanya berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri. Ada yang berkarir di luar negeri, ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi, dan ada pula yang jadi pengusaha.

Soal ekonomi, saya angkat dua jempol... Semuanya kaya raya. Namun saat tua seperti ini dia merasa hampa, ada "pilu mendesak" di sudut hatinya. Tidur tidak nyaman. Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & energik yang penuh kenangan.

Di rumah yang besar, dia merasa kesepian, tiada suara cucu, anak, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur... Punggungnya terasa sakit. Sesekali air liurnya keluar dari mulutnya... Dari sudut mata ada air yang menetes, rindu dikunjungi anak-anaknya.

Tapi semua anak-anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain... Ingin pergi ke tempat ibadah namun tak mampu berjalan. Sudah terlanjur lemah, begitu lama waktu ini bergerak tumpang-tumpang hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyusur. Sepanjang waktu laki-laki renta itu adalah Saya. Hanya menunggu sesuatu yang tak pasti, yang pasti hanyalah kematian. Rumah besar tak mampu lagi menenangkan hati.

Sumber: https://youtu.be/y-3tE2LjPGQ?si=h2_92LE_WHJsJ40p

LEMBAR PENGAMATAN

Topik pembicaraan: Saatnya Jadi Renungan

Nama pembicara: Prof. Dr. Ing. BJ Habibie

Tempat: Kediaman rumah BJ. Habibie

Tanggal: 8 Januari 2019

Masalah yang dibahas:

Beliau merasa sedih, kesepian karena ditinggal pergi oleh istrinya, Ibu Hasri Ainun Besari, dan merasa kesepian karena anak-anaknya sudah dewasa.

Penyebab timbulnya masalah:

Ditinggal pergi oleh anak-anak dan istrinya yang menjalankan kehidupan mereka masing-masing. Ada yang merantau dan ada yang menetap.

Dampak yang terjadi:

Merasa sedih, kesepian, tiada suara cucu, anak, hanya detak jam dinding yang berbunyi. Kesepian itu membuatnya menjadi sakit-sakitan.

Tindakan yang perlu dilakukan:

Merelakan semuanya dan menerima dengan lapang dada. Menjadikannya sebagai bekal pada perjalanannya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post