Amelia Puspa Pratiwi

hello 🙌Saya murid dari SDN sumur batu 01 pagi ...

Selengkapnya
Navigasi Web

The Cooking Island (Usaha Untuk Tersenyum part 3)

"Betul-betul menyebalkan kakakmu itu!" orange begitu kesal dengan kakak Mayshara. dia tak tahu harus berbuat apa kemarin. dia membawa kue-kue dengan jumlah banyak. namun, tak ada yang dapat melahap ludah semua makanan itu jika tak ada Lyla. jadi, orange terpaksa membuang makanan itu.

Janet melihat anak-anak mengobrol dari kejauhan. dia sedih Lyla tak pernah menanyainya lagi. tanpa sadar, Janet meneteskan air matanya.

"Jan-Et...! mengapa kau menangis?"goda anak-anak lain. Janet begitu sebal kalau namanya dieja. Dia bangkit dan menjauh.

Lyla menyadari Janet menangis lalu mulai membicarakannya kepada blossom.

"hmmm... mungkin dia kesepian...," kata bloss.

"coba saja, kau masih mau melakukan kebiasaanmu seperti dulu lagi? tapi bukan berarti kau mau menghabiskan bekalnya lagi. tanyai dia sesuatu, agar dia bisa merasa punya teman," kata Giselle saat Lyla membicarakan tentang Janet.

akhirnya, Lyla mendekati Janet. "Eh, Janet, kamu kenapa? kok menangis?"

"aku tak bawa bekal, Lyla. permisi ...." Janet pergi mendahului Lyla.

"bukan... Bukan itu maksudku!" Lyla sedikit resah.

Lyla melangkah gontai ke tempat Giselle, Melinda, orange, lizabeth, balssom, dan Kelly berada dan menceritakan apa yang terjadi. keenamnya tertawa sepuas-puasnya.

"hahaha!"

"sudah, dong... Jangan tertawa terus! pikirkan strategi berikutnya!" kata Lyla agak kesal.

" Lyl, jangan marah, dong ! Hihihi ... habisnya kocak banget! emang itu yang terjadi pada orang 'ndut! hahaha! Ermm ... Oya, fokus! oke, strategi berikutnya, mmm...," Gisella mengetuk-ngetukkan pensil ke kepalanya.

"oh, ya! aku tahu! bagaimana kalau nanti, pulangnya, kamu ajak si Janet makan. bicarakan sesuatu, lelucon atau apalah, yang membuat dia tertawa, githcu. bisa, kan? terus, kamu ... yah bisa minta dia jadi sahabat kamu, bergabung dengan kita. bisa, kan?" usul bloss.

"wahh, ide bagus!" semua berseru.

"baiklah ... aku akan berusaha membujuknya. tapi, bagaimana dengan kak May? mendengar rencanaku, dia pasti akan membuat rayuan gombal lagi!" kara Lyla khawatir.

"tenang-tenang aja, Lyl. kamu makan di sana, berlaku manis sama kak May, nah terus agak siangan sedikit, kami jemput. oke?" usul lizabeth.

"berlaku manis kepada orang tanpa pribadi seperti dia?! ihh ... enggak banget deh ...!" kata Lyla.

"ayolah, Lyl... yayaya? please, please, please, sister ...!" bujuk Melinda.

"yap, tuuulll, Lyl...! aku juga akan mendukung. demi Janet. lumayan kan, kalau dia jadi teman kita, langsung makan kue lezatnya dia," kata orange.

" Uh ... oke, deh ...!" kata Lyla akhirnya.

"Yeeyyyy...!

KRING!

"ayo semuanya masuk kelas!"

"yuk ...!"

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post