Amelia Puspa Pratiwi

hello 🙌Saya murid dari SDN sumur batu 01 pagi ...

Selengkapnya
Navigasi Web

The Cooking Island (Lyla Louise part 1)

Nama anak itu Lyla Louise. Lyla bertubuh gemuk, rambutnya ikal, dan berwarna coklat pekat. cookie island adalah negeri yang sangat mengutamakan masakan yang enak dan bergizi, termasuk untuk anak-anak. jadi, anak perempuan diwajibkan bersekolah di sekolah khusus memasak, dan anak laki-laki harus belajar bercocok tanam.

"Lyla sayang, mengapa kau tak bangun? mom dan kak May sedang sibuk, dan mengapa kau hanya tidur di ranjangmu? bukankah hari ini kau bersekolah?" ujar mam sambil menuangkan madu ke atas pancake.

"Hehh! mom, sudah kubilang, tarik aku dan bawa akusambilfa! aku tak akan bangun kalau mom tidak menarikku ke sofa depan," kata Lyla manja. sebagai anak ketiga, Lyla merasa pantas dimanjakan. namun, kak Mayshara, anak kedua mom?

kak Mayshara ingin dipuji dan dimanjakan semua orang, maka ia bersifat sok suci, sok baik, sok manis. untuk mendapatkan pujian dan manjaan dari mom, kak Mayshara rela melakukan apapun!

seperti ketika mau menyuruh masuk ke elementary cooking school, sekolah Lyla. kak Mayshara menolak dengan seanggun mungkin, "tidak, mom. aku takut mom kelelahan di rumah karena harus mengurus rumah sendirian. mom bisa sakit, kan? lagi pula, aku sudah pandai jika diajari oleh seorang mom yang baik."

mom, kak Roy (kakak pertama Lyla), dan dad sangat terbuai dengan omong kosong kak Mayshara. tanpa pikir panjang, mom tersenyum dan menjawab, "iya, sayang. kau memang bidadari anggun, manis, dan pintar."

"may memang sudah memiliki banyak kelebihan, mom. jadi kurasa dia tak perlu dimasukkan ke sekolah," ucap kak Roy yang selalu membanggakan kak Mayshara. sementara Lyla di cibir terus menerus.

"ded rasa juga begitu," kata dad

Huh! hanya sebuah omong kosong yang dapat membuat ketiganya terbuai dan lupa niat utama mereka. Lyla sudah muak dengan semua omong kosong kakaknya itu.

"LYLA! bisakah kau segera turun dari tempat tidur?!" tiba-tiba teriakan kak Roy membuyarkan lamunan Lyla.

"TIDAAAKKK!" Balas Lyla.

mom akhirnya mengalah, ditinggalkannya penggorengannya dan menarik Lyla dari tempat tidur menuju sofa depan.

"manja! contoh tuh may!" seru kak Roy mulai membangga-banggakan kak Mayshara.

"untuk apa aku mencontoh seorang yang tak punya pribadi dan hanya memikirkan pujian orang lain?!" kata Lyla meraih handuknya dan segera membanting pintu kamar mandi.

kak Ros sudah habis kesabarannya. ditinjunya pintu kamar mandi keras-keras. Lyla keluar kamar mandi dan segera memakai seragam sekolahnya: kemeja putih dengan gambar apel di sakunya, dan rok kotak-kotak merah. dipakainya pula bandana merah dengan gambar apel. Dia segera menyandang tasnya yang biru muda dan segera memakai kaos kaki putihnya. setelah rapi, dia pergi ke meja makan.

kak Roy dan dad sudah selesai sarapan ketika Lyla tiba di meja makan. kak Roy dan dad segera pamit akan bekerja. kak Roy memang sudah lulus sekolah dan bekerja di tempat penumbukan padi. Lyla segera menyalami dad dan kak Roy. selalu langsung menyantap pancake siram madu lezat buatan mom yang sudah terletak di meja. diminumnya susu murni dan menyalami tangan mom.

"bye mom," seru Lyla berlari keluar dan melambai. membalas lambaian Lyla dan kembali membereskan rumah

"morning, Giselle, Melinda, orange, Lizabeth, Kelly!"

"morning, Lyla!"

Giselle, Melinda, orange, lizabeth, dan Kelly adalah teman Lyla. kelimanya manis-manis dan pintar membuat kue

"hei, kalian tahu? kemarin aku mendapatkan resep soufle.Slurp... begitu nyum, nyum, nyum...," kata Giselle.

"dan kemarin aku membuat zoccoto cake yang lezzzaaattt!" kata Melinda.

"kemarin aku membuat choclate truffle," kata Elizabeth membuka kotak makanannya.

"kalau aku membuat pakai chesse cake," kata Kelly .

mereka kalau terlibat obrolan tentang soufle buatan ibu Giselle. namun Lyla menghentikan obrolannya ketika melihat Janet. Janet adalah anak pendiam, tak pernah tersenyum, apalagi tertawa. rambutnya merah cerah di kepang dengan pita kuning. dialah anak terpintar di kelas asuhan Miss butter, kelas Lyla.

"mengapa kaum murung lagi hari ini, Janet? ada masalah apa? bisa ceritakan?" kata Lyla.

"Yesss!" Lyla bersorak kecil. kue buatan Janet memang lezat. tiap hari Lyla mencicipi bekal Janet, bahkan menghabiskannya. setiap kali Lyla berkata, "mengapa kau murung?", maka Janet akan menjawab, "Ngg ... ayo kita ngobrol sambil makan." namun setelah Lyla makan , Janet hanya dapat mengucapkan, "aku murung karena...," dan hanya itu yang akan dikatakannya. Dan itulah yang Lyla lakukan tiap hari agar dapat menghabiskan semua bekal Janet.

Janet membuka kotak makannya, tampak lima potong chesse cupcake menggoda. Lyla segera menghabiskan 2.

"aku murung karena... belum sarapan!" kata Janet. Lyla tersentak.

"Oohh ... eh, euh ... makan saja ... eh mau makan ... mmm ... bekalku? ada ... mmm ... hanya dua potong strawberry shortcake. Sss ... satu untuk mu, deh ..." Lyla malu-malu mengeluarkan kotak makannya dan memberikan sepotong strawberry shortcake Nya kepada Janet. Lyla buru-buru memasukkan kotak makannya ke dalam tas dan berlari menjauhi Janet.

"kena kau ...'ndut! hehehe ...." Janet tertawa kecil melihat Lya wajahnya memerah karena malu.

Bruk!

"euh ... BLOSSOM!" Lyla memeluk blossom, sahabatnya. walaupun sempat tabrakan dan jatuh, blossom yang akrab dipanggil blossom , tak marah.

"ada apa sih, Lyla? sukses makan kue Janet hari ini, 'ndut?" kata blossom.

"enggak, bloss. dia bilang dia murung karena belum sarapan. iya, aku nggak enak dan memberikan strawberry shortcake ku ke dia, deh ...." Lyla berbicara dengan suara sedikit sewot.

"Hwehehe...." bloss tertawa.

"kok ketawa sih bloss?" kata Lyla sedikit kesal.

"ya iyalah, Lyl. lucu!" kata bloss.

KRING...!

"ayo masuk kelas, bloss!" kata LYLA menarik tangan bloss.

anak-anak segera duduk di kursi masing-masing. lain dari sekolah biasanya, di atas meja murid ada kompor dan alat-alat masak lainnya. di laci meja bukan ada kertas ataupun buku, hanya ada garpu, sendok, dan buku resep.

"good morning, children ...!" tiba-tiba Miss butter masuk.

"morning, miss ...!" anak-anak segera berdiri.

"0 duduk semuanya! sekarang, kalian akan belajar membuat French toast," kata miss butter. "sekarang, kalian catat bahan-bahannya! setelah itu, pergi ke toko dan minta French bread, diary cream, telur, mentega, gula," Miss butter menyebutkan semua bahan-bahannya "nah, itu saja . cepat ya ... chop-chop!"

murid-murid segera meminta bahan di sebuah toko kecil di dalam sekolah yang semuanya berisi bahan-bahan untuk membuat kue. mereka hanya tinggal memintanya saja, tidak perlu mengeluarkan uang sebesar pun. setelah semuanya lengkap, murid-murid kembali ke kelas.

"sekarang, coba buat sesuai dengan resep yang tertera di sini,ya!" kata miss butter membagikan selembaran resep French toast ke semua siswa. Lyla membuatnya dengan terampil. namun selaluuu... saja hasil buatan Janet lebih baik darinya. setelah adonannya jadi, masukkan ke microwave, Lyla segera mengikuti perintah di kertas itu.

"bagi yang sudah, cepat masukkan ke microwave di meja kalian! lalu buat minuman yang kira-kira cocok untuk French toast," perintah Miss butter.

Lyla segera membuat teh manis yang hangat. Ting, pas sekali, French toast nya juga sudah matang. dia melihat Janet sedang menata susu hangat dan french toast nya di baki. Lyla mengikutinya. mereka membawa bagi kehadapan Miss butter. dia mencicipi punya Janet Dan tersenyum. "nice, Janet. seperti biasanya, lezat sekali," kata miss puter tersenyum. "kau juga memilih minuman yang tepat. kalau begitu kembali ke mejamu!"

Lyla tersenyum kecil dan kembali ke mejanya. dia lihat bloss menanyakan sesuatu dengan isyarat. bagaimana hasilnya, sist? ucap bloss. Lyla mengedipkan mata dan tersenyum.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post